SEMARANG – DPRD Jateng mengaku kagum dengan keberhasilan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam pengambilalihan kewenangan SMA/SMK. Semua itu tidak terlepas adanya kerja sama yang baik antara Gubernur, DPRD dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Sri Marnyuni berharap, Pemprov bisa meniru keberhasilan yang dilakukan Sulsel. Hal itu terungkap setelah Komisi E DPRD Jateng melakukan kunjungan ke Pemprov Sulawesi Selatan. ”Selain itu, Sulsel juga sudah mempersiapkan alih wewenang tersebut jauh-jauh hari. Jadi lebih berhasil,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, di Provinsi Jateng pasca disahkan masih banyak masalah. Di antaranya adanya Surat Keputusan (SK) rangkap seperti yang terjadi di Boyolali. Selain itu, ada juga permasalahan aset yang belum selesai penanganannya. ”Kami berharap Februari ini permasalahan selesai karena Mei sudah ujian nasional. Karena, kalau dibiarkan berlarut-larut, mengganggu administrasinya,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv juga mengapresiasi Pemprov Sulsel yang masih memegang komitmen untuk pendidikan gratis, berlaku di sekolah negeri dan swasta, terutama di SMA/SMK. Selain itu, komitmen tidak menarik biaya dari sekolah negeri, pungutan atau sumbangan. Semangatnya wajib belajar 12 tahun, maka disini provinsi memfasilitasi kebutuhan operasional sekolah di luar BOS (Biaya Operasional Sekolah) dari pusat. ”Untuk tenaga honorer, di sini dialokasikan anggaran yang sifatnya stimulan. Meskipun angkanya tidak signifikan, tapi komitmen itu sudah ada,” katanya.

Zen menambahkan wajib belajar itu tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri saja tapi juga swasta. Oleh karena itu, Pemprov Sulsel memfasilitasi sekolah-sekolah swasta yang bersifat stimulan sehingga cukup membantu perkembangan sekolah swasta. Terutama, di bidang sarana dan prasarana serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidiknya. ”Ternyata, ada sharing anggaran antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten sehingga tidak hanya dibebankan untuk Pemprov ataupun Pemkab saja. Itu yang patut kita apresiasi dan ditiru Jateng,” tambahnya. (fth/ric/ce1)