TEGAL – Untuk memenuhi syarat mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal, calon yang maju dari jalur perorangan atau independen diharuskan mengantongi minimal 20.012 dukungan. Hal tersebut, terungkap saat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal menyampaikan penjelasan kepada salah satu pasangan bakal calon yang maju dari jalur independen, Senin (6/2).

Ketua KPU Kota Tegal Agus Widjanarko didampingi komisioner lainnya mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9/2016 perubahan ketiga sudah dijelaskan bahwa teknis pendaftaran calon perorangan atau independen memang harus memenuhi persyaratan wajib tersebut. Sebab, dalam form B1 Kepala dan Wakil Kepala Daerah (KWK) semula dari form kolektif namun ditambah dengan form perorangan (B.1.1).

“Penjelasan ini kami sampaikan, karena ada salah satu pasangan bakal calon yang datang ke kantor untuk konsultasi,” ungkapnya.

Terkait rincian teknis sumber dukungan, Agus menuturkan, diambil dari Daftar Pemilih Tetap presiden sebagai acuan bagi calon yang maju melalui jalur independen dalam pelaksanaan Pilwalkot 2018 mendatang. Sedangkan, hingga saat ini jumlah pasangan bakal calon yang sudah melakukan konsultasi tentang syarat dan teknis untuk maju sebagai bakal calon pilkada Kota Bahari tercatat sudah ada tiga kelompok.

“Satu dari kelompok yang menamanakan keluarga Dewi Sri, kedua dari tim Eri, dan ketiga ini GSM,” terangnya.

Lebih lanjut Agus Widjanarko menambahkan, untuk tahapan proses Pilkada Kota Tegal baru akan dimulai pada November 2017 mendatang hingga waktu pemilihan pada Juni 2018 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 13 M dari usulan sebelumnya Rp 18 M. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tahapan pilleg dengan rencana melakukan verifikasi partai politik pengusungnya yang masih menunggu pembahasan dari pusat. Sebab, berdasarkan ketentuan verifikasi parpol harus dilakukan 22 bulan sebelum pelaksanaan. (syf/ela/jpnn/ric)