PELAYANAN KESEHATAN : Dr Hisnindarsyah (kanan), Rudy Djauhari, Agus Salim dan Lekol Marinir Idi Rizaldi saat memantau pelayanan kesehatan gratis di Balai Desa Bedono. (Taufik.rikhoyadi@radarsemarang.com)
PELAYANAN KESEHATAN : Dr Hisnindarsyah (kanan), Rudy Djauhari, Agus Salim dan Lekol Marinir Idi Rizaldi saat memantau pelayanan kesehatan gratis di Balai Desa Bedono. (Taufik.rikhoyadi@radarsemarang.com)

DEMAK-Keterbatasan warga Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, dalam mendapatan akses dan layanan kesehatan mendapat perhatian dari Djarum Foundation. Melalui program Bakti Sosial (Baksos), warga desa tersebut, Sabtu (4/2) kemarin, mendapatkan bantuan Pelayanan Kesehatan Baksos Djarum Foundation (Baksos DF).

Kegiatan yang sekaligus mengawali bergulirnya kembali Baksos DF di tahun 2017 tersebut, diikuti tak kurang dari 500 warga. Bekerjasama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang dan Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI).

Palaksa Lanal Semarang, Lekol Marinir Idi Rizaldi yang mewakili Danlanal Semarang, Kolonel Laut (P) Hanarko Djodi Pamungkas, menyampaikan bahwa Desa Bedono masuk wilayah binaan Posal Demak. Melalui aksi kemanusiaan ini, TNI AL dapat memberi bantuan langsung bagi desa-desa di wilayah pantura. “Mudah-mudahan memberi dampak positif untuk terbangunannya kondisi kesehatan yang lebih baik lagi,” paparnya mengawali kegiatan.

Baksos DF di Balai Desa Bedono, turut dihadiri kalangan Muspika Sayung, perangkat Desa Bedono, Program Director Djarum Foundation Rudy Djauhari dan Ketua Tim Medis YBSI Dr Hisnindarsyah. Menurut Rudy, memasuki tahun 2017, rangkaian Baksos DF sudah berlangsung Ke-49. “Baksos ini ditujukan untuk warga yang membutuhkan, khususnya daerah pesisir dan terpencil. Karena keterbatasan biaya, ataupun akses mendapatkannya. Harapan kami, menjadi trigger bagi institusi swasta lain sehingga akan membantu lebih banyak lagi warga,” paparnya.

Kepala Desa (Kades) Bedono, Agus Salim, memberikan apresiasi atas bantuan pelayanan kesehatan yang mencakup pemeriksanaan dokter umum, dokter spesialis THT, psikiatri, cek laboratorium dan pemberian obat tanpa biaya. “Ke depan dapat berkesinambungan dan berkelanjutan. Kondisi desa kami yang dulunya warga bertani, banyak beralih jadi nelayan karena lahannya tergenang. Ini berpengaruh dengan pendapatan yang saat ini minim sekali. Baksos meringankan warga dan manfaatnya terasa,” ujarnya. (fiq/ida)