POTENSI DESA: Rombongan Kemensos dan civitas dari berbagai universitas tinjau Desa Ngrawan, desa binaan Unissula yang berhasil menjadi percontohan Desa Sejahtera Mandiri level nasional pada (2/2) lalu. (IST)
POTENSI DESA: Rombongan Kemensos dan civitas dari berbagai universitas tinjau Desa Ngrawan, desa binaan Unissula yang berhasil menjadi percontohan Desa Sejahtera Mandiri level nasional pada (2/2) lalu. (IST)

SEMARANG – Program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yang digagas oleh Kementerian Sosisal (Kemensos)  bekerja sama dengan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kini menjadi percontohan nasional.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Heru Sulistyo mengatakan, pihak LPPM sudah mengusulkan bantuan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di 3 desa. Tahun ini dana sebanyak Rp 3,1 miliar telah digelontorkan untuk 11 desa di 3 kabupaten (Semarang, Kendal, Demak). ”Yaitu Desa Ngrawan, Manggihan, Sumogawe, Rowosari, Gempolsewu, Krandon, Gaji, Sidogemah, dan Mlekang,” katanya kemarin.

Desa  Ngrawan di Kabupaten Semarang, sendiri mendapatkan bantuan sembako dan perlengkapan sekolah sebesar Rp 40 juta. Keberhasilan program DSM ini membuat Unissula dijadikan sebagai percontohan nasional. ”Banyak perusahaan yang mengucurkan CSR untuk desa binaan Unissula ini. Selain itu juga banyak dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.

Selain itu untuk meningkatkan program DSM, diadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) telah dilaksanakan pada minggu lalu di Hotel Aston Semarang. Menurut Heru, Rakornas ini diselenggarakan setiap tahun dalam rangka koordinasi program DSM 2017. ”Peserta adalah semua universitas yang bekerja sama dengan Kemensos dalam pengembangan SDM, termasuk Unissula,” jelasnya. ”Pada hari kedua seluruh peserta Rakor diajak ke Desa Ngrawan, desa binaan Unissula untuk meninjau potensi wisata budaya yang ada di sana,” tuturnya. (den/zal/ce1)