Asyiknya Wisata Air Kali Blandon

2350
SUGUHKAN PEMANDANGAN: Wisata Kali Blandon di Desa Purworkerto, Kecamatan Brangsong ramai menjadi jujugan wisata warga Kendal. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
SUGUHKAN PEMANDANGAN: Wisata Kali Blandon di Desa Purworkerto, Kecamatan Brangsong ramai menjadi jujugan wisata warga Kendal. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL— Dusun Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Kendal, memiliki objek wisata air yang apik. Yakni aliran Sungai Blandon.

Meski kondisi airnya tidak begitu jernih, namun pemandangan di sepanjang aliran sungai menjadi daya tarik pengunjung. Hamparan sawah dan pepohonan yang masih rimbun di sekitar sungai membuat susana semakin teduh dan membuat nyaman pengunjung. Cocok bagi kamu yang doyan selfie.

Bahkan meski belum diresmikan, Kali Blandon sudah diserbu ratusan pengunjung. Di sana pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan dengan menyusuri sungai dengan menaiki kasur angin atau lay bag. “Awalnya tidak ada yang mengenal tempat ini, tapi kini orang dari berbagai daerah di Kendal mulai banyak yang berdatangan karena penasaran,” kata Koordinator Pengelola Desa Wisata Rawa Blandon, Syarif Hidayatullah, kemarin (6/2).

Syarif mengatakan, secara resmi wisata Kali Blandon memang belum diresmikan. Tapi objek wisata itu saban hari selalu dipenuhi pengunjung. Bahkan jika hari libur, pengunjung bisa mencapai ratusan orang.

Gagasan menjadikan sungai sebagai objek wisata ide dari Bupati Kendal, Mirna Annisa yang datang ke lokasi. Bupati melihat keindahan sungai dan menghendaki bisa dikembangkan menjadi pariwisata.  “Panjang sungai sendiri hanya 600 meter dengan lebar delapan meter dan kedalaman antara 1 meter – 1,5 meter,” paparnya. Dari hal tersebut, kemudian pihak desa mulai membersihkan dan menata tempat.

Kepala Desa Purwokerto, Prasetyo mengatakan saluran irigasi ini dulu hanya memiliki lebar tiga meter. “Kemudian oleh desa dilebarkan menjadi delapan meter dan ditanami pohon akasia di kanan kiri sungai,” katanya.

Untuk masuk ke objek wisata biaya yang dikeluarkan juga sangat terjangkau. Pengunjung cukup membayar parkir Rp 2.000, tiket masuk lokasi Rp 2.000/orang.

Sementara jika ingin menaiki kasur angin, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 5.000/orang dan naik rakit Rp 10 ribu/jam. “Pada hari biasa rata-rata pengunjung mencapai 200 orang dan meningkat pada akhr pekan maupun libur nasional. Saat itu pengunjung bisa mencapai antara 500 orang – 1.000 orang,” akunya.

Khusnul Fitriani, 21, salah seorang mahasiswi Universitas Semarang, mengaku penasaran dengan keindahan Kali Blandon yang ramai di sejumlah media sosial.

“Kemudian saya ajak teman kuliah untuk mengunjungi lokasi. Ternyata pemandangannya indah. Saya senang tempat wisatanya masih alami, jadi rasanya nyaman, tenang dan damai. Ini baru pertama kali saya datang,” kata warga Cepiring itu. (bud/zal)