HALAL: Pj Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai menyerahkan sertifikat halal pada perwakilan pelaku UMKM. (IST)
HALAL: Pj Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai menyerahkan sertifikat halal pada perwakilan pelaku UMKM. (IST)

SALATIGA – Sebanyak 18 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Salatiga menerima sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah. Penyerahan dilakukan perwakilan dari LPPOM MUI kepada Pj Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai dan diteruskan kepada kepada perwakilan UMKM yang hadir dalam Apel Luar Biasa di Halaman Pemkot Salatiga, Senin (6/2).

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh penerima sertifikat halal. Semoga dengan adanya sertifikat ini akan semakin mengukuhkan eksistensi usaha dan produk yang Anda kelola, sehingga mempunyai daya saing yang bagus baik di pasar lokal, regional, nasional, bahkan internasional,” kata Rofai.

Selain itu, Rofai juga menerima Piala Wahana Tata Nugraha 2016. Penyerahan dilaksanakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Daryadi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga Ady Suprapto. Dalam apel yang dihadiri oleh Jajaran Forkopinda Kota Salatiga dan diikuti oleh PNS di Lingkungan Pemkot Salatiga tersebut, Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi atas diraihnya Piala WTN Kategori Lalu Lintas tersebut. Tahun ini Kota Salatiga menduduki peringkat ke-20 dari 144 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

“Namun demikian, saya berharap agar penghargaan ini tidak membuat kita berpuas diri karena masih banyak yang harus dibenahi. Pekerjaan rumah (PR) besar kita adalah perlunya relokasi terminal tipe C Tamansari agar mampu menampung kapasitas angkutan umum,” ujar Rofai.

Selain itu, Pj Wali Kota juga mengingatkan akan beberapa PR lain antara lain kedisiplinan pengguna jalan, angkutan umum yang menaikkan atau menurunkan penumpang di sembarang tempat, serta belum maksimalnya sarana pendukung jalan seperti trotoar bagi pejalan kaki.

“Saya mohon dukungan dari semua pihak mulai dari Dinas Perhubungan, Satlantas dan seluruh masyarakat untuk mewujudkan sistem transportasi yang tertib, aman, nyaman, tidak hanya memenuhi target penilaian WTN saja.” (sas/ton)