Selfie di Rel Ganda, Siswi MI Tewas

794
EVAKUASI: Anggota polisi dan warga saat mengevakuasi Zahrotun Najwa korban tertabrak kereta api. (Lutfi.hanafi@radarsemarang.com)
EVAKUASI: Anggota polisi dan warga saat mengevakuasi Zahrotun Najwa korban tertabrak kereta api. (Lutfi.hanafi@radarsemarang.com)

BATANG – Zahrotun Najwa, siswi MI berusia 12 tahun harus meregang nyawa dengan tragis, Minggu pagi (5/2) kemarin. Tubuhnya tersambar kereta api saat berswafoto atau berfoto selfie di rel ganda Desa Kebondalem Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.

Korban yang masih duduk di bangku kelas 6 MI Salafiyah Gringsing ini berniat untuk jalan-jalan menikmati Minggu pagi bersama teman-temannya. Dia bermain bersama dua orang teman sebayanya, Fira dan Ira yang juga tetangganya, ke arah utara menuju jalur rel ganda.

Melihat pemandangan bagus, ketiganya memutuskan selfie dengan latar belakang kereta yang melintas di trek ganda. Mereka di sebelah utara rel, saat kereta Argo Muria melintas dari arah timur lewat sebelah selatan rel.

Saat itulah Najwa tidak menyadari ada kereta barang dari jakarta menuju Surabaya yang melintas, di jalur utara.  Sehingga tak ayal tubuh gadis kecil inipun langsung terhantam dengan sangat keras sampai terpental ke persawahan.

“Najwa tidak menyadari pada saat yang sama ada kereta meluncur dari arah timur karena di situ memang rel ganda. Dua teman korban yang melihat lari ketakutan dan sambil menangis memberi tahu keluarganya,” ucap Kepala Desa Gringsing Awali Naim.

Korban adalah anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Amirin dan Siti Parkanah. Yang tinggal di RT.1/RW.7. Kedua orangtuanya sangat terpukul karena Najwa satunya-satunya anak perempuan.

Sesaat kejadian, korban langsung dievakuasi oleh Anggota Polsek Gringsing dibantu warga. Dan kemudian dibawah ke Rumah Sakit Islam Weleri Kendal untuk diperiksa lebih lanjut. Daei keterangan yang didapat, korban mengalami luka di kepala dan kaki kiri patah, dan memang langsung meninggal dunia di tempat kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSI Weleri, korban langsung dimakamkan sore kemarin, di pemakaman umum di desa setempat. (han/smu)