PDIP Siap Jadi Tameng NKRI

500 Kader Se-Jateng Apel Siaga

3570
RAPATKAN BARISAN: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajaran pengurus, satgas, dan kader meneriakkan yel-yel usai Apel Siaga ”Setia Megawati, Setia NKRI” di Lapangan Miroto, Semarang Tengah, kemarin. (Ricky.fitriyanto@radarsemarang.com)
RAPATKAN BARISAN: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajaran pengurus, satgas, dan kader meneriakkan yel-yel usai Apel Siaga ”Setia Megawati, Setia NKRI” di Lapangan Miroto, Semarang Tengah, kemarin. (Ricky.fitriyanto@radarsemarang.com)

SEMARANG – Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah pasang badan untuk siap menghadapi pihak-pihak yang mengusik keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Minggu (5/2) kemarin, sekitar 94.500 kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut menggelar apel siaga ”Setia Megawati, Setia NKRI”. Apel dilakukan serentak pukul 10.00 di seluruh DPC PDIP se-Jateng.

Di Kota Semarang misalnya, apel siaga diikuti sekitar 5.000 kader banteng di Lapangan Miroto, Semarang Tengah. Apel dipimpin langsung Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan diikuti pengurus DPC, legislator, satgas, hingga kader.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, mengatakan, apel siaga digelar mencermati situasi dan kondisi bangsa yang mengemuka saat ini. Tak ingin perbedaan dijadikan alat provokasi kebencian, PDIP siap menjadi penjaga Pancasila dan NKRI agar tetap utuh.

”Kami merasa perlu bergegas, menyiapkan barisan dan mengonsolidasikan kekuatan partai untuk turut memikul beban guna menjaga ideologi Pancasila di bawah Komando Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini.

Sesuai perintah Megawati pula, pihaknya juga siap mengawal kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dan menjaga dari pihak-pihak yang bermaksud menggoyang pemerintahan secara inkonstitusional.

Bambang sedikit mengulangi perintah Megawati pada saat peringatan HUT PDIP ke-44 lalu. ”PDI Perjuangan selalu ikut dan berdiri kokoh menjaga jalannya pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemerintahan yang terpilih secara konstitusional melalui pemilu langsung.  Anak-anak saya ini nakal-nakal Pak Presiden, tetapi kalau untuk bangsa, jiwa mereka berikan. Kalau ada yang macam-macam, Bapak Presiden dan Wakil Presiden panggil kami. PDI Perjuangan tetap memilih jalan ideologis…”

Penggalan pidato Megawati itu dibacakan di semua titik apel siaga. Harapannya, semua kader PDIP tetap satu barisan dan mengikuti perintah ketua umum. PDIP juga siap bekerja sama dengan semua pihak asalkan satu tujuan, yakni menjaga Pancasila dan keutuhan bangsa.

Menurut Bambang, apel siaga juga merupakan bukti PDIP tertib secara organisasi. ”Bahwa pasukan hanya akan bergerak jika ada perintah dari pimpinan. Tidak mungkin mereka bergerak sendiri-sendiri,” tandasnya.

Bendahara DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng, mengatakan, yang mengikuti apel merupakan struktur DPC, PAC dan ranting. Jumlah peserta apel tiap DPC berbeda, paling banyak di Wonogiri sekitar 15 ribu kader. Diikuti Banyumas 12 ribu, Solo, Sukoharjo, dan Purbalingga masing-masing 5.000 kader.

Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memastikan bahwa pihaknya siap memerangi radikalisme dan anti-Pancasila.

Hendi – sapaan akrab Hendrar Prihadi – menjelaskan, pasukan PDIP di seluruh Jateng tidak akan tinggal diam dengan isu-isu radikalisme dan anti-Pancasila. Terutama yang mengarah ke pemimpin pemerintahan.

Dijelaskan, PDIP punya tanggung jawab untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Menurut Hendi, –sapaan akrabnya- jika masih ada radikalisme dan anti-Pancasila, Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang besar dan kondusif. ”Kami bersama teman-teman di kabupaten/kota se-Jateng, akan tampil menjadi bagian dari pembangunan itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Semarang ini berpesan kepada seluruh pasukan PDIP untuk menjaga kondusivitas, low profile, merakyat, dan selalu menjaga komunikasi antar pasukan atau dengan rakyat.

Wakil Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Supriyadi, menambahkan, apel siaga ini merupakan pemantapan anggota partai dalam menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. Menurutnya, DPC PDIP Kota Semarang menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan negara.

”Karena itu, kami siap melakukan apa saja yang diperintahkan Bu Ketum (Ketua Umum Megawati, Red). Bahkan sudah menyiapkan 50 armada bus untuk mengangkut pasukan ke Jakarta ketika dikomando,” bebernya. (amh/ric/ce1)