PASAR SEPI: Situasi di dalam Pasar Peterongan, pagi kemarin, masih banyak lapak yang belum ditempati pedagang. (Afiati.t@radarsemarang.com)
PASAR SEPI: Situasi di dalam Pasar Peterongan, pagi kemarin, masih banyak lapak yang belum ditempati pedagang. (Afiati.t@radarsemarang.com)

SEMARANG – Baru saja menempati lapak-lapak setelah diresmikan, pedagang mengkritisi kondisi fisik Pasar Peterongan. Beberapa pedagang mengeluhkan lapak dan barang dagangannya harus basah bahkan rusak terkena air hujan yang mengalir deras dari atap lapaknya. Konstruksi bangunan atap yang kurang baik membuat air hujan banyak masuk dan menggenangi lantai serta lapak.

Isti, salah satu pedagang sembako yang lapaknya menjadi korban ”air terjun” dari atap Pasar Peterongan menceritakan rusaknya atap pasar terjadi satu pekan terakhir ini. Karena itu pedagang dibuat resah, apalagi akhir-akhir ini cuaca sering hujan. ”Waswas kalau pas mendung atau hujan. Jumat (3/2) dan Sabtu (4/2), sepanjang lapak yang satu jajar dengan saya kena itu air terjunnya. Lapak basah dan airnya menggenang di lantai,” ungkapnya.

Selain itu dirinya juga mengeluhkan kondisi lapak yang terbuka sehingga khawatir jika ada tikus yang merusak dagangannya. ”Lapaknya ini kan dibuat terbuka ya, sedangkan barang dagangan saya semuanya makanan. Nah kalo terbuka begini kan kita takut tikus-tikus pada masuk, tapi mau ditutup tidak boleh. Paling cuma ditutup terpal, tapi kan tidak menghalangi tikusnya,” ujarnya

Isti mengaku telah menempati lapak barunya sejak awal peresmian. Ia cukup senang dengan kodisi pasar yang menjadi bersih dan tertata, namun juga menyayangkan banyaknya peraturan yang membatasi penjual untuk mengatur ulang lapak dengan alasan bangunan merupakan cagar budaya. ”Itu banyak yang kosong juga salah satunya karena penjualnya belum siap menempati dan masih nyaman jualan di luar. Memang untuk penataan bagus tetapi rak dan tempat penyimpanan yang disediakan berukuran kecil sedangkan orang dagang itu kan barangnya banyak,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Namun Isti juga mengatakan pembagian lapak yang dilakukan oleh Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) sudah adil. ”Saya berharap segera ada perbaikan dari dinas maupun yang berwenang untuk hal ini, agar kita tenang jualan,” ucapnya.

Ketua Unit PPJP Sub Pasar Peterongan Margiono mengatakan dirinya telah menyampaikan mengenai kejadian tersebut kepada Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto dan nantinya pedagang yang lapaknya terkena air hujan bisa menemui langsung dirinya di kantor. (mg26/smu/ce1)