63 Rumah Diterjang Puting Beliung

585
ROBOH: Papan nama kantor Kepala Desa Penaruban, Weleri yang roboh diterjang angin puting beliung. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
ROBOH: Papan nama kantor Kepala Desa Penaruban, Weleri yang roboh diterjang angin puting beliung. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL– Puluhan rumah di dua desa di Kecamatan Weleri, Kendal rusak parah akibat diterjang angin puting beliung. Selain menerjang rumah, angin kencang juga merusak taman kota dan menumbangkan sejumlah pohon dan papan penunjuk arah hingga menimpa sebuah mobil.

Dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menyebutkan, dua desa yang diterjang angin puting beliung tersebut, yakni Desa Sambongsari dan Penaruban. Di dua desa tersebut, sedikitnya 63 rumah mengalami kerusakan.

Dari 63 rumah tersebut, sebanyak 9 rumah mengalami kerusakan parah, dan 54 rumah lainnya termasuk bangunan TK mengalami kerusakan ringan. Sembilan rumah rusak parah, lima di antaranya milik warga Desa Sambongsari RT 02 RW 02. Yakni, Rismardiyati, 52; Dani 36,;Januri, 55; Sumini, 45, dan Juwita, 38.  Sedangkan empat lainnya rumah milik warga Desa Panaruban RT 02 RW 06. Yakni, Umi Narti, 50; Hartini, 82; Engga Wati, 80, dan Ike Yulianti 56. Rata-rata kerusakan adalah bagian atap rumah yang porak-poranda diterjang puting beliung.

Seperti rumah milik Rismardiyati. Angin kencang telah merobohkan pohon samping rumahnya. Akibatnya, pohon menimpa rumah dan satu unit mobil  bernopol H 8453 BD miliknya. “Mobil rusak dan genteng serta atap bagian rumah rusak parah,” kata Risma kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (5/2).

Diakuinya, angin puting beliung datang begitu cepat. Sehingga ia tak sempat menyingkirkan mobil maupun barang berharga lainnya. “Angin kencang disertai hujan, tiba-tiba terdengar gemuruh ternyata pohon roboh. Beruntung sekeluarga saya semua selamat,” ucapnya penuh syukur.

Hal senada dikatakan Engga Wati, warga lainnya yang rumahnya mengalami kerusakan parah. Rumahnya mengalami kerusakan di bagian  atap rumah, seperti asbes dan genteng serta eternit rumah yang beterbangan saat ada puting beliung.

“Saat itu hujan deras di sertai angin dan suara  gemuruh,  kemudian  atap yang  terbuat dari asbes pada beterbangan termasuk genteng. Rumah  basah semua”  kata  Engga.

 Pohon yang tumbang menimpa rumah warga. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
Pohon yang tumbang menimpa rumah warga. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)ng

 

Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulistyo, menjelaskan, angin kencang disertai hujan deras terjadi sejak sore hingga malam hari. “Rumah yang rusak cukup parah ini umumnya tertimpa pohon dan genteng beterbangan. Bahkan ada juga yang atapnya rusak parah diterjang kerasnya hembusan angin,” paparnya.

Selain sembilan rumah parah, ada 54 rumah yang mengalami kerusakan ringan.  Selain itu juga menerjang kabel listrik utama sektor Weleri 7 di Taman Weleri.  Angin puting beliung juga menerjang tiang penunjuk arah di sejumlah titik hingga roboh. Juga merusak Taman Kota Weleri.

“Langkah- langkah yang telah diambil antara lain  Tim Satgas BPBD Kendal menuju TKP untuk melakukan pemotongan pohon yang roboh maupun menghalangi jalan raya. Kami juga  melakukan koordinasi bersama aparat Forkopimcam setempat dan pendataan dampak dari angin puting beliung,” jelas Sigit.

Menanggapi bencana ini, Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku sudah melakukan koordinasi. Pihaknya sudah meminta pendapat dari sejumlah pakar terkait masalah angin puting beliung ini. Saat ini, diakui, kondisinya sudah aman. Namun ia tetap meminta agar seluruh warga Kendal untuk waspada. Sebab,  angin puting beliung ini bisa terjadi di mana saja, baik di daerah dataran tinggi maupun rendah.

“Dari data BMKG Jateng memang Februari ini cuaca agak ekstrim, jadi perlu diwaspadai. Terutama rumah yang berdekatan dengan pohon besar, agar dikurangi dahannya untuk mengurangi risiko roboh akibat angin dan hujan,” paparnya.

Selain itu, waspadai jika ada awan cumulonimbus. Yakni, awan yang bergerumul hitam pada satu tempat, sehingga tampak jelas batas  awan hitam dan putih. Karena hal itu berpotensi terjadi hujan disertai badai dan angin puting beliung.

Dijelaskan, penyebab munculnya puting beliung dari awan tersebut, dikarenakan awan hitam tersebut akan menyebabkan arus udara naik ke atas hingga menunju puncak awan dengan tekanan kuat. Hal ini menyebabkan daerah yang tepat di bawah awan cumulonimbus suhunya turun secara tiba-tiba. (bud/aro)

Silakan beri komentar.