Hari Ini, PDIP Gelar Apel Siaga

552

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar apel siaga serentak di 35 kabupaten/kota di Jateng, Minggu (4/2) pukul 10.00 hari ini. Apel siaga bertema ‘Setia Megawati, Setia NKRI’ ini diikuti seluruh anggota PDIP dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting.

Bendahara DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng, menjelaskan, apel ini digelar untuk menunjukkan bahwa PDIP masih berdiri untuk menjaga Pancasila. Artinya, partai berlogo banteng moncong putih ini memegang teguh kebhinnekaan, entah dalam kehidupan masyarakat sehari-hari atau proses politik.

Dia merasa, masih ada beberapa keputusan politik yang mendeskreditkan berdasarkan urusan ras. Seperti ada yang merasa janggal ada calon pemimpin dari ras Tionghoa. “Fenomena ini yang menjadi kekhawatiran kami,” tegasnya, Sabtu (4/2).

Menurutnya, konsep Bhinneka Tunggal Ika yang diusung mantan Presiden RI, Soekarno, tidak membedakan golongan atau ras. Bahkan, dulu ketika mempersiapkan kemerdekaan, nyaris semua kalangan ada di sana. Entah dari kalangan Tionghoa, pribumi, hingga tokoh-tokoh dari berbagai agama. “Bahkan saat itu mereka sepakat, jika presidennya orang Jawa, wakilnya harus dari luar Jawa,” bebernya.

Teladan itulah, lanjutnya, yang patut diperjuangkan. Meski Agustin mengakui tugas tersebut sangat berat, pihaknya tetap berupaya membawa partai berdiri di garda kebhinnekaan. “Apalagi belakangan, banyak yang menuding PDIP dipenuhi orang-orang PKI (Partai Kominis Indonesia). Mungkin yang bilang seperti itu, orang-orang syirik saja. Kami ini partai nasional berbasis Pancasila, bukan komunis,” tegasnya.

Dijelaskan, apel siaga ini awalnya dipusatkan di Jakarta. Tapi karena berbagai pertimbangan, akhirnya dibatalkan dan menggelarnya di masing-masing kabupaten/kota.

Wakil Sekretaris DPD PDIP Jateng, Ahmad Ridwan menambahkan, apel ini akan diikuti sekitar 94 ribu anggota PDIP dan sayap partai. Paling banyak, ada di daerah Wonogiri dan Banyumas. “Masing-masing sekitar 12 ribu orang,” ucapnya.

Sementara Kota Semarang, akan dihadiri sekitar 5 ribu orang. Dijelaskan, sebenarnya yang terdaftar ada 3 ribu orang saja. “Tapi update terakhir, melonjak jadi 5 ribu orang. Apel siaganya di Lapangan Kantor Kecamatan Tengah,” tegasnya.

Ridwan menambahkan, karena apel ini melibatkan ribuan massa, ada surat edaran yang meminta agar setiap daerah menjaga kondusivitas dan melaksanakan apel sesuai aturan yang berlaku. Meminta izin ke pihak kepolisian, misalnya. Khusus untuk daerah yang akan menggelar Pilkada, wajib lapor ke Panwas. “Memang apel ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Tapi karena mengusung calon, lebih baik lapor ke Panwas,” paparnya.

Apel siaga ini, tidak digelar terlalu lama. Hanya sekitar 30 menit dari inspektur masuk lapangan upacara, hingga doa. Hanya saja, ada beberapa daerah yang meneruskan dengan lomba-lomba kreatif. Seperti lomba senam ibu-ibu di Kota Semarang, lomba paduan suara di Kabupaten Boyolali, dan sebagainya.

“Lombanya terserah cabang saja. Ada yang lomba barisan terbaik, pakaian terunik, pokoknya untuk menyemangati peserta apel,” katanya. (amh/aro)