Berusaha Pertahankan Keaslian Mobil

Datsun P 510 Tahun 1966

3996
BERUNTUNG : Ida Bagus Nyoman Wisnu Surya Negara, 40 dan mobil kesayangannya, Datsun P 510 yang dibuat pada tahun 1966. Pria yang akrab disapa Komang ini, mengaku beruntung bisa mimiliki mobil berwarna hijau muda yang sangat jarang ditemui di Semarang. (Nurchamim@radarsemarang.com)
BERUNTUNG : Ida Bagus Nyoman Wisnu Surya Negara, 40 dan mobil kesayangannya, Datsun P 510 yang dibuat pada tahun 1966. Pria yang akrab disapa Komang ini, mengaku beruntung bisa mimiliki mobil berwarna hijau muda yang sangat jarang ditemui di Semarang. (Nurchamim@radarsemarang.com)

Walaupun menjamur mobil keluaran terbaru pada beberapa tahun terakhir ini, tidak lantas menjadikan mobil jadul atau mobil tua terpinggirkan. Justru saat ini, banyak ditemukan mobil berusia udzur yang masih mengaspal di jalanan.

ADALAH mobil kesayangan Ida Bagus Nyoman Wisnu Surya Negara, 40. Yakni mobil Datsun P 510 yang dibuat pada tahun 1966. Pria yang akrab disapa Komang ini, mengaku beruntung bisa mimiliki mobil berwarna hijau muda yang sangat jarang ditemui di Semarang.

Diakuinya, mobil kesayangannya itu memiliki karakteristik yang berbeda dibanding dengan mobil lainnya buatan Jepang. “Konon Datsun ini, buatan versi Australia, karena menggunakan kemudi di sebelah kiri. Jumlahnya pun sangat sedikit dan jarang ada yang punya. Jadi kalau di jalan selalu jadi pusat perhatian,” katanya kemarin.

Komang mengatakan, walaupun sudah berusia tua, mayoritas bagian mobil miliknya masih orisinil, termasuk bagian interior, kaki-kaki bahkan mesin. Hal tersebut hendak ia pertahankan. Karena karakteristik mobil tersebut berbeda dengan mobil pada umumnya yakni dengan body yang panjang, namun tidak terlalu tinggi sehingga terlihat ceper.

“Dulu saya dapat mobil ini, mesinnya diganti punya Toyota Corolla. Namun waktu saya beli, saya berusaha mengembalikan mesin aslinya yang kebetulan masih disimpan oleh mantan pemilik mobil sebelumnya,” bebernya.

Menurut Komang, mesin asli Datsun P 510 miliknya masih cukup mumpuni untuk melibas jalanan. Bahkan, belum lama ini mobil tersebut menemaninya jalan-jalan hingga ke Kabupaten Cilacap dalam sebuah acara keluarga. “Mesin aslinya sudah mantep karena berkapasitas 1.300 cc, namun masih pakai platina. Nah disinilah keunikan dari mobil tua, karena harus memakai perasaan dalam men-setting mesin agar bisa nyaman dikendarai,” tuturnya.

Dalam setting mesin, kata dia, memang gampang-gampang susah. Namun itulah risikonya menikmati mobil tua. Saat ini yang belum bisa terpecahkan adalah trouble pada karburator. “Ada sebuah part yang harus diganti, saat ini partnya ada yang aus dan nyarinya juga susah. Tapi masih bisa jalan, nyaman untuk dikendarai,” ungkapnya.

Walupum tergolong udzur, mobil ini tidak ribet perawatannya. Hal yang paling penting untuk melakukan pengecekan secara berkala mulai dari oli mesin dan piranti lainnya. Mobil ini perlu dipanasi agar aki tidak cepat tekor.

“Kalau hanya kerusakan ringan masih bisa diakali. Tapi kalau sudah ganti sparepart, ya harus hunting. Dari dulu sampai sekarang, belum ada yang diganti karena mobil ini memang dikenal sangat kuat,” tuturnya.

Menilik segi interior, Komang berusaha mempertahankan segi interior mobil miliknya. Segi interior mobil miliknya dibalut dengan jok berwarna hitam berbahan oscar, hingga dashboard serta dinding pintu. ” Keorisinalian mobil tetap dipertahankan, soalnya lebih terlihat mewah dan nyaman kala dikendarai didalam dan luar kota,” ungkapnya.

Kembali ke bagian ekterior, Nyoman berusaha merekondisi bagian ini sesuai dengan keaslainnya, seperti handle pintu, spion, lampu depan, lampu belakang, grill, braket bagian atap, mata kucing dan asesoris lainnya dengan maksud mempertahankan estetika mobil itu sendiri. “ Eksterior yang keropos, dibangun total, velg ukuran ring 13 dengan tutup wheels chrome saya pertahankan agar kesan tuanya tidak pudar,” tutupnya. (den/ida)