GO-HACKATHON : Kompetisi mengajak para anak muda Indonesia membuat solusi permasalahan sehari-hari berupa karya teknologi berbasis open source dengan hadiah utama uang tunai sebesar Rp 120 juta. (IST)
GO-HACKATHON : Kompetisi mengajak para anak muda Indonesia membuat solusi permasalahan sehari-hari berupa karya teknologi berbasis open source dengan hadiah utama uang tunai sebesar Rp 120 juta. (IST)

SEMARANG–GO-JEK penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi, mengajak anak muda Indonesia untuk membuat solusi permasalahan sehari-hari berupa karya teknologi berbasis open source seperti aplikasi, tools, API atau library melalui GO-HACKATHON. Kompetisi hacking marathon tersebut bertema utama #KaryaTanpaBatas. Kompetisi itu terbagi menjadi tiga tema umum kompetisi yaitu mobility, data engineering dan infrastructure engineering.

Director GO-JEK Indonesia, Monica Oudang HR menyatakan bahwa dengan pemanfaatan teknologi akan memiliki dampak positif yang luas bagi pembangunan Indonesia. Pemanfaatan teknologi dapat menawarkan solusi atas permasalahan sehari-hari atau memberdayakan sektor informal. Dengan memanfaatkan teknologi, dapat menuju Indonesia yang lebih baik. “Oleh karena itulah, kami menggelar GO-HACKATHON. Melalui kompetisi ini, kami yakin akan lahir karya teknologi dari the best minds in Indonesia yang dapat mendukung atau bahkan mengakselerasi pembangunan bangsa,” kata Monica Oudang.

GO-JEK, kata Monica, sebagai perusahaan teknologi, berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem sektor teknologi di Indonesia. “Kami punya mimpi untuk membantu dan membawa sektor teknologi Indonesia ke peta dunia,” katanya.

Dengan tema utama #KaryaTanpaBatas diharapkan para anak muda dan penggiat teknologi terutama developer dan engineer Indonesia bisa mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Guna membantu para peserta, tema utama tersebut kami bagi menjadi tiga kategori umum yaitu mobility, data engineering dan infrastructure engineering. Para peserta tidak harus terikat dengan salah satu kategori, mereka bisa menggabungkan beberapa kategori,” kata Tech Lead GO-JEK, Bherly Novrandy.

Kompetisi hacking marathon yang pertama kali diselenggarakan oleh GO-JEK ini akan memperebutkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp 120 juta. Selain itu, para pemenang kedua akan mendapatkan Macbook Pro untuk setiap anggota tim dan pemenang ketiga akan mendapatkan Google Pixel untuk setiap anggota tim.

Guna mengikuti kompetisi ini, para calon peserta bisa mendaftar dan mengumpulkan ide dan coding test yang akan dikembangkan di https://www.hackerearth.com/sprints/go-hackathon/. Periode pendaftaraan dan pengumpulan dibuka mulai 03 Februari – 10 Maret 2017. Setelah itu, setiap ide yang masuk akan dinilai oleh dewan juri, dan akan dipilih 30-35 finalis. Pengumuman finalis akan dilakukan pada 17 Maret 2017. Para finalis tersebut kemudian harus mengimplementasikan ide mereka dalam 24 jam pada babak final GO-HACKATHON yang akan digelar pada 25-26 Maret 2017 di Jakarta. Lima tim dengan karya terbaik akan memiliki kesempatan mempresentasikan karyanya pada saat babak final.

Ide dan coding test yang sudah masuk tersebut akan dinilai oleh tim dewan juri yang terdiri dari Nadiem Makarim – Chief Executive Officer GO-JEK, Sheran Gunasekera – Chief Technology Officer GO-JEK, Ajey Gore – Chief Information Security Officer GO-JEK dan Tim Tech Lead GO-JEK. Kategori penilaian dari GO-HACKATHON meliputi orisinalitas (originality), kegunaan dan dampak (usefulness and impact), dan kelengkapan (completeness). Kompetisi ini bisa diikuti oleh individu atau tim dengan jumlah maksimal 3 anggota.

Untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai GO-HACKATHON, para anak muda atau penggiat teknologi Indonesia bisa mengunjungi https://www.hackerearth.com/sprints/go-hackathon/ atau mengirimkan email ke go-hackathon2017@go- jek.com. (*/ida)