Teriakan Tak Didengar, Akhirnya Tewas Terlindas

9841
TERSERET: Laka lantas antara truk Pertamina dan motor yang terjadi di Jalur Pantura Kendal Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, kemarin (3/2). (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
TERSERET: Laka lantas antara truk Pertamina dan motor yang terjadi di Jalur Pantura Kendal Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, kemarin (3/2). (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL—Seorang pengendara motor tewas setelah terlibat kecelakaan dengan truk tangki Pertamina pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan terseret sejauh 50 meter.

Korban bernama Kuswandi, warga Brebes. Peristiwa itu terjadi di Jalur Pantura, Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Jumat (3/2). Bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor bernopol G 3915 RU hendak memutar balik di putusan jalan. “Tepat berada di depan korban ada lubang besar,” kata Andre, 45, Warga Brangsong yang kebetulan menyebrang bersama korban, kemarin (3/2).

Saat itu Andre berada di belakang korban. Setelah menghindari lubang tersebut, waktu yang hampir bersamaan melaju truk tangki Pertamina bernopol polisi B 9416 SEH dengan kecepatan sedang dari arah timur. “Truk Pertamina awalnya berada di lajur kiri, saat sampai di lokasi tiba-tiba berpindah ke lajur kanan dan menyenggol motor korban. Padahal posisi korban sudah berada di tepi sebalah kanan jalan, sudah mepet dengan median jalan,” jelasnya.

Korban pun kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Saat terjatuh korban masih tersadar dan berusaha bangkit dari motornya. Namun korban tidak berdaya karena motornya terseret oleh laju truk Pertamina.

Akhirnya korban terseret bersama motornya, korban mencoba minta sopir untuk menghentikan truknya. Namun teriakan korban tak didengar sopir. Truk Pertamina terus melaju semakin kencang. “Sopir menghentikan kendarannya setelah korban dan motornya terlindas ban truk. Korban tewas dengan luka parah disekujur tubuhnya,” terang Andre.

Sementara, sang sopir truk Pertamina, Darsono, 43 mengaku tidak tahu apabila truk yang dikendarai menabrak sepeda motor yang membawa ayam bangkok. Darsono mengangkut BBM untuk dibawa ke salah satu SPBU di Pekalongan.“Saya tidak tahu, kalau tahu pasti sudah saya hentikan kendaraan saya. Saya tahu setelah terdengar bunyi brak dari ban saya. Kemudian saya hentikan kendaraan saya dan melihat ternyata saya menabrak motor,” katanya.

Ia mengaku, sengaja membanting setir ke lajur kanan jalan lantaran juga ingin menghindari lubang yang tersebar di Jalan Raya tersebut. “Sebab memang lubang jalannya sangat banyak, jadi saya memilih jalan yang agak halus dan lubangnya tidak terlalu banyak,” akunya.

Pantauan di lapangan, sepanjang jalan raya Cepiring sampai Terminal Bahurekso memang terdapat banyak lubang jalan. Lubang diakibatkan aspal mengelupas lantaran dilalui kendaraan berat dan guyuran hujan beberapa pekan terakhir ini di Kendal.  Peristiwa laka ini membuat kondisi arus lalu lintas Semarang-Jakarta macet sejauh lima kilometer. (bud/zal)