WONOSOBO–Jengkel tak pernah diberi izin meminjam motor ayahnya, sang anak nekat mencuri motor yang dimaksud. Dengan mengendap, pelaku mencari kunci motor dan membawanya lari. Motor itu lalu diprotoli dan dipakainya sendiri. Anak kurang ajar itu bernama Agus Indra, 18, warga Desa Siwuran, Kecamatan Garung.

Sedangkan korbannya bernama Ahmad Wahid. Wahid merupakan ayah tiri Agus. Kapolsek Garung AKP Totok Suharjo mewakili Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan menuturkan, pencurian terjadi pada 24 Desember 2016. Namun, baru dilaporkan 5 hari kemudian. Setelah mendapatkan laporan, polisi melakukan olah di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Pada saat kami melakukan olah TKP, kami menemukan bekas congkelan pada pintu dapur serta piring bekas makan si pencuri. Artinya, pelaku mengetahui lokasi penyimpanan kunci sepeda motor ada di laci lemari.”

Kejadian sekitar pukul 19.00. Ketika itu, Ahmad Wahid sedang membantu istrinya, berjualan di pasar sayur Garung. Kasus ini lantas dikembangkan. Hingga akhirnya, pada 18 Januari 2017 pukul 13.00, polisi memergoki Agus Indra sedang mengendarai motor curian melintas di depan Mapolsek. Saat itu juga pelaku langsung dibekuk. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya.

“Ternyata pelaku selama ini bersembunyi di rumah kenalannya di wilayah Tambi Kejajar. Untuk mengelabuhi kenalannya, motor korban dilepas seluruh bodi dan aksesorisnya,” kata AKP Totok.

Kepada penyidik, pelaku nekat mencuri Vario 150 nopol AA3688WP karena tidak diperbolehkan meminjam.

“Lima bulan lalu, ayah tiri saya membeli motor. Namun saat saya pinjam, selalu tidak boleh. Meski tidak serumah, namun kami hidup bertetangga,” kata pelaku. Menggunakan linggis, pelaku mencongkel pintu dapur. “Begitu masuk, saya makan dulu, lalu mengambil kunci dan membawa motor itu keluar melalui pintu depan.” Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. (ali/isk)