RLS Masih Rendah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

WONOSOBO—Rata-rata lamanya sekolah (RLS) warga Wonosobo terbilang masih rendah. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wonosobo mencatat, RTS warga Wononosobo di angka 6,11 tahun.

Kepala Dikpora Syamsul Maarif mengaku, setahun ke depan, Dikpora akan fokus mengurai masalah RTS yang rendah. Ia enggan menargetkan terlalu tinggi. Tapi sejumlah program telah disiapkan. Seperti memaksimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan mengajak pemerintahan desa agar terlibat aktif dalam menyukseskan kejar paket A, B, dan C.

“Solusinya adalah menyukseskan kejar paket. Mau warga lain sekolahnya setinggi apapun, kalau yang putus sekolah ini tidak digarap, angkanya (RLS) tidak akan berubah,” katanya.

Di Kabupaten Wonosobo, sedikitnya terdapat 20 PKBM yang aktif dan bisa melaksanakan kejar paket. Duapuluh PKBM ini akan dimaksimalkan. Selain itu, ia akan mengajak kepala desa agar mau mengalokasikan dana transfer desa untuk pemberdayaan dan pembangunan SDM masyarakat. Khususnya, di sektor pendidikan.

Wakil Ketua DPRD Wonosobo Muhammad Albar menambahkan, alokasi anggaran dana transfer desa sepatutnya tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik. Pembangunan manusia dalam hal pendidikan juga patut menjadi prioritas. “Iya, saya sepakat. Itu termasuk dalam upaya memberdayakan masyarakat. Alokasi anggaran ke situ diperbolehkan,” katanya.

Alokasi dana yang dimaksud bisa diperuntukkan untuk memfasilitasi warga putus sekolah agar mau meneruskan kejar paket. Bahkan, alokasi dana transfer juga bisa untuk membuka PKBM baru.

Kendati demikian, dalam proses penganggaran ia mengingatkan agar tidak menyalahi aturan yang berlaku. “Catatannya, harus dimusyawarahkan. Penggunaannya harus transparan, tidak menyalahi mekanisme yang ada,” jelasnya. (cr2/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -