Perbaiki Andendum Amdal sebelum 6 Februari

546

”Sebelum rekomendasi kami kirim ke Pak Gubernur, PT SI harus memperbaiki dokumen dahulu. Bola sekarang di perusahaan. Kalau dokumen sudah lengkap kami baru bisa menyusun rekomendasi.” Sugeng Riyanto, Kepala Dinas LHK Jateng

 SEMARANG – Menindaklanjuti hasil Sidang Penilaian Adendum Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup-Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL), PT Semen Indonesia (SI) berupaya memperbaiki dokumen secepat mungkin. Ditargetkan, sebelum 6 Februari sudah klir. Dengan begitu, pekan depan sudah masuk proses penerbitan izin lingkungan.

Direktur Engineering dan Project PT Semen Indonesia, Gatot Kustyadji berharap Surat Keputusan (SK) dari Pemprov Jateng juga bisa segera keluar. ”Semoga segera ditindaklanjuti secara administrasi, sampai ada surat keputusan lingkungan hidup dan dikeluarkannya izin lingkungan,” ucapnya, Jumat (3/2) kemarin.

Saat ini, pihaknya mengerahkan tim untuk memperbaiki dokumen yang dipersyaratkan. Dokumen yang perlu diperbaiki adalah terkait dengan masukan-masukan warga, di antaranya terkait dengan penyediaan air bersih untuk lingkungan dan air untuk pertanian. Warga meminta agar dibuatkan sumur di desa-desa untuk resapan air.

Selain itu, lanjutnya, terkait dengan masalah sosialisasi. Sebab, warga di sekitar pabrik semen meminta RKL-RPL pendirian pabrik semen Rembang disosialisasikan sampai warga memahami. ”Selain itu, ada beberapa hal yang belum masuk di Amdal yang dulu. Nah, di perbaikan ini akan kami masukkan semua,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jateng sekaligus pimpinan sidang lalu, Sugeng Riyanto mengatakan bahwa waktu perbaikan dokumen Amdal tidak dibatasi. Hanya saja, jika PT SI terlalu lama, rekomendasi pun semakin lama sampai di tangan Pemprov Jateng.

”Sebelum rekomendasi kami kirim ke Pak Gubernur, PT SI harus memperbaiki dokumen dahulu. Bola sekarang di perusahaan. Kalau dokumen sudah lengkap kami baru bisa menyusun rekomendasi,” bebernya.

Ditambahkan, jika dokumen Amdal sudah diperbaiki sesuai persyaratan yang diputuskan dari sidang lalu, belum tentu pabrik semen bisa berdiri. ”Nanti yang memutuskan izinnya adalah Pak Gubernur, kami hanya memberikan rekomendasi,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto menilai, pabrik semen di Rembang ini memang harus segera dibangun. Sebab, selain alasan mendukung pembangunan, keberadaan pabrik semen menjadi daya ungkit kesejahteraan masyarakat.

”Banyak manfaatnya untuk menjadi ladang pekerjaan bagi warga di sekitar pabrik. Ini bisa membantu mengentaskan kemiskinan di daerah setempat,” cetus politikus Partai Gerindra ini. (amh/ida/ce1)