MEMILIH : Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesjahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Magelang, Sumartono, sedang memilih-milih baju di pusat promosi UMKM di Pasar Rejowinganun. (Puput.puspitasari@radarkedu.com)
MEMILIH : Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesjahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Magelang, Sumartono, sedang memilih-milih baju di pusat promosi UMKM di Pasar Rejowinganun. (Puput.puspitasari@radarkedu.com)

MAGELANG–Belum semua pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kota Magelang, mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari 5.000-an unit usaha, baru dua produk alat permainan edukatif (APE) milik Koperasi Hasta Karya Kota Magelang yang lolos standarisasi.

Lainnya, tengah dipersiapkan Pemkot Magelang agar memiliki daya saing. Pemerintah setempat berjanji akan memberikan fasilitasi. Yaitu, berupa pelatihan, pendampingan, dan pengawasan.

Upaya lain, mempermudah pengurusan perizinan. Seperti izin usaha mikro kecil (IUMK) dan pengakuan kualitas bahan dengan penerbitan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Joko Budiyono, mengakui syarat untuk memperoleh SNI cukup sulit. Di sisi lain, biayanya mahal. Atau, sekitar Rp 25 juta per label. “Bagi UMKM memang berat, tapi kami optimistis suatu saat nanti bisa mendapatkannya,” kata Joko, kemarin.

Dikatakan, unit usaha di kotanya memproduksi beragam produk. Antara lain, makanan, minuman, batik, kerajinan tangan, mainan, dan aneka produk lainnya. Sebagian dari mereka juga masih kesulitan melakukan promosi. “Tahun ini, kita ada enam kali agenda promosi untuk UMKM. Baik di dalam maupun luar kota,” akunya.

Untuk promosi dalam kota, pihaknya melibatkan pelaku usaha untuk mengikuti Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP). Juga pameran multiproduk saat Hari Jadi Kota Magelang dan menjelang Idul Fitri. “Sementara promosi luar kota baru ada dua agenda tetap, pameran inacraft dan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah.”

Kabid Perdagangan, Sri Rejeki Tentami Arsih mengimbau para pelaku usaha untuk mempersiapkan diri. Selain memperbaiki kualitas produk, dari segi kemasan juga harus layak. “Kalau kemasan bagus, akan menarik minat pengunjung pameran untuk belanja.” (put/isk)