Orang Tua Kandung Dibunuh

Pelaku Alami Gangguan Jiwa

1032

PEMALANG – Seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa mengamuk dan membunuh ayah kandungnya sendiri dengan sebilah kayu. Pemuda yang bernama Kurdi, 26, tersebut diketahui tinggal satu rumah dengan korban Warmu, 72, di RT 6 RW 6, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Pemalang.

Kapolsek Pemalang Tarhim menjelaskan, kejadian itu berlangsung Kamis malam (2/2) sekitar pukul 21.30. Sebelumnya pelaku mengamuk dan merusak perabotan rumah. Melihat kondisi anaknya yang seperti itu, Warmu lalu meminta tolong kepada Kholidin yang juga paman pelaku untuk membantu menenangkan. ”Pelaku awalnya sempat menurut dan mau tenang. Namun sekitar setengah jam berselang, setelah ayahnya bermaksud memberikan obat, pelaku memberontak dan mengambil sebongkah kayu jrumpul di dapur dan dihantamkan tepat di kepala korban,” kata Kapolsek.

Akibat kejadian itu, korban dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia pada keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 dengan luka sobek 7 jahitan di kepala. Dia menambahkan, pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut dan tersangka yang juga mengalami gangguan jiwa dengan dikuatkan surat keterangan dari Rumah Sakit Jiwa Semarang.

Akibat kejadian ini, pelaku rencananya akan diungsikan kembali ke rumah sakit jiwa oleh Dinas Sosial Kabupaten Pemalang. Sebelum dijemput pihak dinsos, pelaku diamankan oleh keluarganya dengan diikat di pohon jambu air menggunakan tali serta selendang.

Di lokasi tersebut, pada waktu yang bersamaan, banyak warga sekitar yang hadir untuk menonton. Sambil bergelesotan di tanah, pelaku sesekali meronta-ronta berusaha melepaskan tali pengikat di pergelangan tangannya.

Sementara itu, warga setempat Koriyah mengatakan, Kurdi merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara di keluarganya. Kurdi mulai mengidap gangguan jiwa sejak sekolah dasar dan sudah sering keluar masuk rumah sakit jiwa. Oleh warga sekitar, pemuda itu dirasa sangat meresahkan.  ”Dia (Kurdi) memang sering mengganggu orang. Misalnya kalau ada yang merokok sering diminta dan kalau tidak dikasih langsung dipukul,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, Kepala Desa Tambak Rejo Endah Lestari mengaku sangat bersedih karena melihat warganya dianiaya oleh anak kandungnya sendiri yang mengidap kelainan jiwa. Pihaknya mengaku sudah melakukan konfirmasi dengan keluarga dan dinas terkait untuk membawa pelaku ke rumah sakit jiwa. ”Pemerintah desa, masyarakat, serta keluarga berharap agar pelaku segera dikarantina dan dilakukan pengobatan,” katanya. (sulung p./fat/zal)

Silakan beri komentar.