SEMARANG – Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Jateng bakal diberikan sanksi ketika ketahuan keluyuran saat jam kerja. Ketegasan ini menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kedisiplinan PNS. Sebab, banyak yang menyorot kedisiplinan pegawai terutama usai senam pagi dan salat Jumat.

Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Pemprov Jateng, Sinoeng Rachmadi tidak menampik jika ada sejumlah PNS yang tidak disiplin. Ia bahkan kerap mendapatkan kritikan dari masyarakat karena ada PNS terlihat di pasar tiban di luar kompleks gedung Pemprov Jateng setiap Jumat pagi. ”Banyak laporan masuk. Makanya, kami sudah menginstruksikan agar tidak ada PNS yang keluar saat jam kerja,” katanya.

Ia menambahkan, terus melakukan sosialisasi agar PNS wajib tertib dan disiplin saat bekerja. Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2016 tentang Hari dan Jam Kerja ASN Pemprov Jateng disebutkan jika jam pulang PNS pada hari Jumat adalah pukul 16.00 dengan waktu masuk pukul 07.00. Mereka juga diberikan waktu istirahat selama dua jam, yakni mulai pukul 11.30-13.30. ”Kebiasaan keluyuran ini merupakan tindakan indisipliner. Karena sudah ada aturan yang pasti,” ujarnya.

Satpol PP Pemprov Jateng terus melakukan razia dan sidak di instansi untuk mengawasi kinerja dan kedisiplinan PNS Pemprov Jateng. Bahkan, pihaknya dengan tegas bakal memberikan sanksi jika ada PNS ketahuan melanggar aturan. Sanksi yang diberikan mulai surat teguran hingga sanksi berat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. ”Kami ingin semua PNS memiliki kinerja yang profesional, dan benar-benar bisa melayani masyarakat Jateng,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ahmadi berharap kinerja PNS di Pemprov Jateng bisa lebih ditingkatkan. Terlebih pemprov sudah memberikan dan menjamin kesejahteraan dengan adanya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang besar. ”TPP besar harus diimbangi dengan kinerja yang maksimal. Tingkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya. (fth/ida/ce1)