33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Gagalkan Pengiriman Ribuan Obat Ilegal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Ribuan butir obat jamu dalam bentuk kemasan kapsul yang diduga tidak mengantongi izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), berhasil disita aparat kepolisian. Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang pelaku yang berperan sebagai kurir atau pengedar.

Barang bukti berupa ribuan pil yang diamankan petugas Polsek Sektor KP3 Pelabuhan Tanjung Mas Semarang di antaranya Urat Kuda, Obsagi, Tapak Liman, Tawon Liar dan beberapa merek jamu lainnya dalam kemasan saset. Barang tersebut diamankan sudah berada dalam bungkusan karung ketika hendak dikirim ke Kalimantan menggunakan transportasi jalur laut.

Selain mengamankan barang tak berizin tersebut, juga berhasil menangkap dua pengedar. Masing-masing bernama Mausul alias Uyung, 38, warga Desa Pucung Kidul RT 29/14 Kroya, Kabupaten Cilacap. Satunya bernama Turiman, 40, warga Desa Bangsa RT 08/02 Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

Keduanya ditangkap setelah dikejar petugas kepolisian di tempat tinggal masing-masing pada 31 Januari 2017. Saat ini, petugas masih memburu dua pelaku lain berinisial Sol dan Sut warga Cilacap yang diduga berperan sebagai produsen.

Kapolsek KP3 Pelabuhan Tanjung Mas, Kompol Sukiyono mengatakan penggagalan kiriman jamu ilegal ini hasil dari informasi masyarakat yang menyampaikan adanya transaksi pengiriman jamu ilegal. Selanjutnya, petugas melakukan patroli dan mengamankan barang tersebut di ekspedisi. ”Berhasil kami amankan tanggal 30 Januari 2017. Barang (jamu, Red) ini, tak memiliki izin dari BPOM,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolsek KP3 Pelabuhan Tanjung Emas, Jumat (3/2) kemarin.

Hasil pengembangan, petugas melakukan perburuan dan penggerebekan terhadap empat orang termasuk produsennya di Cilacap. Namun dua pelaku telah terlebih dahulu meninggalkan tempat persembunyiannya. ”Kami sudah menggerebek produsennya, namun keduanya telah kabur duluan. Dua orang sudah kami amankan dan dua lainnya masih diburu,” jelasnya.

Sesuai rencana, jamu ilegal dari Cilacap tersebut akan dikirim ke Kalimantan melalui ekspedisi kapal laut di Tanjung Emas pada 1 Febuari 2017. Barang tersebut merupakan pesanan warga asal Kendal yang telah berada di Kalimantan. ”Akan diedarkan di Sampit Kalimantan Tengah. Diangkut menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Emas menggunakan jasa ekspedisi dari Cilacap,” terangnya.

Para pelaku ini dijerat dengan pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancamam hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1,5 miliar. ”Kalau pengakuan dari tersangka, sudah berjalan sejak November 2016,” jelasnya.

Sementara salah satu pelaku, Uyung mengakui barang tersebut merupakan pesanan seseorang yang ada di Kalimantan dan diambil dari Cilacap. Bahkan, ia juga mengakui telah beberapa kali melakukan pengiriman barang yang sama ke Sumatera. ”Pernah ada tiga kali (mengirim, Red). Sumatera dan Kalimantan. Setiap pengiriman dapat imbalan Rp 100 ribu,” katanya. (mha/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Racik Jutaan Butir Pil Gendeng di Solo

WILAYAH eks Karesidenan Surakarta sempat diprediksi belum terjamah pil kombinasi paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC). Tapi ternyata, pabrik dan gudang pil yang bisa menyebabkan...

Siswa SMKN 3 Magelang Harumkan Jateng

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Siswa Program Keahlian Perhotelan SMK Negeri 3 Magelang, Ega Setya Rakhmawan berhasil mengharumkan nama Jawa Tengah. Ia meraih juara 2 medali perak...

Babi pun Harus Move On

Ini soal babi. Tapi saya akan menjaga agar tulisan ini tidak haram. Saya harus jamin agar tetap halal dibaca. Tanpa sertifikat dari majelis ulama...

Lebih Dekat dengan Komunitas Futsal Cewek Oke (FCO) Semarang

Umumnya olahraga futsal diminati kaum Adam. Namun kaum Hawa pun banyak yang menyukai olahraga ini. Salah satunya yang tergabung dalam Komunitas Futsal Cewek Oke...

Jalan Rusak Picu Kecelakaan

TEMANGGUNG- Banyak cara dilakukan untuk mengisi Pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2017. Senin (6/3), puluhan petugas Satlantas Polres Temanggung turun jalan membantu menambal jalan aspal...

Tebak Tokoh Wayang dapat Hadiah Buku

WONOSOBO--Pergelaran wayang kulit dalam acara merti dusun dan menyambut pergantian Tahun Hijriyah di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, Rabu (20/9) malam, menjadi momentum pengenalan karakter...