JADI BARANG BUKTI: Petugas Polsek Sektor KP3 Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menunjukkan beberapa merek jamu dalam kemasan saset yang disita. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
JADI BARANG BUKTI: Petugas Polsek Sektor KP3 Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menunjukkan beberapa merek jamu dalam kemasan saset yang disita. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG – Ribuan butir obat jamu dalam bentuk kemasan kapsul yang diduga tidak mengantongi izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), berhasil disita aparat kepolisian. Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang pelaku yang berperan sebagai kurir atau pengedar.

Barang bukti berupa ribuan pil yang diamankan petugas Polsek Sektor KP3 Pelabuhan Tanjung Mas Semarang di antaranya Urat Kuda, Obsagi, Tapak Liman, Tawon Liar dan beberapa merek jamu lainnya dalam kemasan saset. Barang tersebut diamankan sudah berada dalam bungkusan karung ketika hendak dikirim ke Kalimantan menggunakan transportasi jalur laut.

Selain mengamankan barang tak berizin tersebut, juga berhasil menangkap dua pengedar. Masing-masing bernama Mausul alias Uyung, 38, warga Desa Pucung Kidul RT 29/14 Kroya, Kabupaten Cilacap. Satunya bernama Turiman, 40, warga Desa Bangsa RT 08/02 Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

Keduanya ditangkap setelah dikejar petugas kepolisian di tempat tinggal masing-masing pada 31 Januari 2017. Saat ini, petugas masih memburu dua pelaku lain berinisial Sol dan Sut warga Cilacap yang diduga berperan sebagai produsen.

Kapolsek KP3 Pelabuhan Tanjung Mas, Kompol Sukiyono mengatakan penggagalan kiriman jamu ilegal ini hasil dari informasi masyarakat yang menyampaikan adanya transaksi pengiriman jamu ilegal. Selanjutnya, petugas melakukan patroli dan mengamankan barang tersebut di ekspedisi. ”Berhasil kami amankan tanggal 30 Januari 2017. Barang (jamu, Red) ini, tak memiliki izin dari BPOM,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolsek KP3 Pelabuhan Tanjung Emas, Jumat (3/2) kemarin.

Hasil pengembangan, petugas melakukan perburuan dan penggerebekan terhadap empat orang termasuk produsennya di Cilacap. Namun dua pelaku telah terlebih dahulu meninggalkan tempat persembunyiannya. ”Kami sudah menggerebek produsennya, namun keduanya telah kabur duluan. Dua orang sudah kami amankan dan dua lainnya masih diburu,” jelasnya.

Sesuai rencana, jamu ilegal dari Cilacap tersebut akan dikirim ke Kalimantan melalui ekspedisi kapal laut di Tanjung Emas pada 1 Febuari 2017. Barang tersebut merupakan pesanan warga asal Kendal yang telah berada di Kalimantan. ”Akan diedarkan di Sampit Kalimantan Tengah. Diangkut menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Emas menggunakan jasa ekspedisi dari Cilacap,” terangnya.

Para pelaku ini dijerat dengan pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancamam hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1,5 miliar. ”Kalau pengakuan dari tersangka, sudah berjalan sejak November 2016,” jelasnya.

Sementara salah satu pelaku, Uyung mengakui barang tersebut merupakan pesanan seseorang yang ada di Kalimantan dan diambil dari Cilacap. Bahkan, ia juga mengakui telah beberapa kali melakukan pengiriman barang yang sama ke Sumatera. ”Pernah ada tiga kali (mengirim, Red). Sumatera dan Kalimantan. Setiap pengiriman dapat imbalan Rp 100 ribu,” katanya. (mha/ida/ce1)