Tiga SD Gelar Moving School

632
BELAJAR BARENG: Beberapa siswa dari tiga SD di Kecamatan Semarang Tengah belajar bersama untuk menghadapi ujian sekolah (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)
BELAJAR BARENG: Beberapa siswa dari tiga SD di Kecamatan Semarang Tengah belajar bersama untuk menghadapi ujian sekolah (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)

SEMARANG – Sebanyak tiga Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Semarang Tengah, yakni SD Kranggan, SD NU Pungkuran dan SD Al Iman menggelar kegiatan Moving School di SD Kranggan, Jalan Wahid Hasyim nomor 101 Kota Semarang, Kamis (2/2) kemarin. Moving School merupakan pembelajaran bersama antar beberapa sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Sekolah (US).

Ketua Kegiatan Moving School, Puji Lestari mengatakan kegiatan tersebut dilakukan lantaran ketiga sekolah memiliki jumlah siswa yang sedikit sehingga motivasi untuk belajar kurang tinggi. ”Motivasi siswa sangat kurang untuk belajar, hal ini karena dalam satu kelas hanya ada sekitar 10-an siswa di tiga sekolah,” katanya kemarin.

Ia mencontohkan, siswa kelas 6 dari SD Kranggan saja hanya ada 13 anak. Sama halnya dengan dua sekolah lainnya. Untuk meningkatkan minat belajar, pihak Pengawas Sekolah Semarang Tengah memberikan ide dengan kegiatan belajar bersama sepulang sekolah. ”Proses belajarnya mengusung konsep moving class, namun dalam hal ini yang bergerak adalah sekolahnya. Jadi siswa kelas 6 dari ketiga SD tersebut bergabung dan belajar di satu sekolah pada jam usai pelajaran, yakni jam 1 hingga 3 sore,” tuturnya.

Setiap satu minggu, lanjut dia, diadakan dua kali pertemuan yakni setiap Senin dan Kamis, dengan membahas tiga mata pelajaran yang diajarkan yakni Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia dengan metode tutor sebaya dengan jumlah total siswa dari ketiga sekolah sebanyak 33 siswa. ”Tutor sebaya adalah proses pembelajaran dimana siswa yang pintar dipilih untuk mengajari siswa lainnya yang dibagi menjadi delapan kelompok. Ada delapan tutor sebaya yang ditunjuk dan tiap tutor bertanggung jawab untuk mengajari grupnya,” jelasnya.

Dengan metode belajar tersebut, lanjut dia, siswa dari ketiga sekolah diharapkan bisa lebih termotivasi untuk belajar dan meraih hasil yang maksimal dalam ujian mendatang sehingga bisa melanjutkan ke sekolah yang lebih favorit. ”Kegiatan ini bisa dibilang sangat efektif untuk pembelajaran siswa, diharapkan mereka bisa meraih hasil yang maskimal,” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswa dari SD NU Pungkuran, Sukma Nirmala Sari mengaku senang bisa belajar bersama dengan teman lainnya. Selain belajar, ia juga bisa bertemu dan bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman baru. ”Senang karena bisa belajar bersama dan senang karena bisa tambah teman-teman baru dari SD lain,” ujarnya. (den/ida/ce1)