Tegang Layani Jokowi, Tahan Selfie Bersama Owen

Executive Chef Hotel Santika Pekalongan

703
Willy Setiawan (Lutfi.Hanafi@radarsemarang.com)
Willy Setiawan (Lutfi.Hanafi@radarsemarang.com)

Menjadi juru masak merupakan pilihan hidup Willy Setiawan. Bahkan dengan profesinya itu, Willy bisa melanglang buana ke berbagai daerah.

Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang ia dapat menjadi seorang chef. “Wah jadi juru masak memang menyenangkan, banyak pengalaman unik yang bisa saya peroleh. Terutama saat bisa melayani langsung orang-orang terkenal,” terang Willy, sembari memebeber pernah melayani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo serta bintang sepakbola terkenal asal Inggris, Michael Owen.

Willy mengawali karir di dunia masak memasak di hotel, sejak tahun 1999. Saat itu dia bekerja di Hotel Holiday in Batam. Merasa cukup berpengalaman, tahun 2003 dirinya pindah ke Hotel Green Candi.

Hingga pada tahun 2005, dirinya dapat tawaran berharga ke negara Inggris Raya, Kota Birmingham menjadi pijakannya dengan karir masih menjadi staff.

“Walaupun kerja di sana cuma setahun, saya dapat pengalaman sangat berharga sekali. Karena bisa ketemu pemain bola yang saat itu sangat terkenal, yaitu Alan Shearer dan Michael Owen saat masih bermain di Newscastlle United,” ucap pria yang kini menjadi Executive Chef Hotel Santika Pekalongan, itu.

Apalagi dirinya juga senang dengan sepakbola, selain bermain juga menonton pertandingan terutama Liga Inggris. Ketemu idola saat itu Owen, membuatnya sangat takjub, namun sebagai seorang profesional, Willy hanya bisa memandang saja tanpa bisa berinteraksi banyak seperti fans bola pada umumnya.

“Saat hotel kami mau melayani pemain bola, executive chef sempat bertanya kepada saya, apakah penggemar bola. Karena memang saya suka, malah diperingatkan saat nanti melayan para pemain bola terkenal jangan berlebihan, disuruh bersikap biasa saja,” ucapnya.

Willy pun harus rela menahan keinginannya untuk foto bersama dan meminta tanda tangan. Namun ia cukup puas melihat fansnya yang setiap akhir pekan selalu makan di hotelnya, sebelum dan sesudah bertanding di Birmingham stadium.

Setahun berselang Novotel Hotel memberi tawaran yang cukup menggiurkan, yakni menjadi asisten chef. Hingga akhirnya dia betah hingga 6 tahun di hotel tersebut. Totalitas kerja Willy membuat dia kembali mendapat tawaran posisi yang lebih baik. Yakni ketika di pulau Dewata, dia dipercaya menjadi  Executive Chef di De Royal Beach Seminyak Bali, sebuah hotel Bintang 5.

Baru 1 tahun 4 bulan di De Royal Beach, Willy mendapat tantangan mengelola hotel dari pre opening hingga beroperasi maksimal di Hotel Ibiz Style Bandung. Puas menjelajah hotel di berbagai daerah, akhirnya Willy memutuskan untuk kembali ke kepada keluarga di Pekalongan. Hingga akhirnya dia menerima pinangan Hotel Santika Pekalongan.

Di Hotel Santika Pekalongan dia juga mendapat tantangan yakni melayani RI 1, Joko Widodo. “Selama melayani presiden memang sangat ribet dan menegangkan, karena memasaknya diawai oleh Paspampres. Saya harus lebih pagi ke Hotel, bahkan dini hari,” jelasnay.

Untuk menyiapkan sarapan pagi pukul 07.00, Willy harus datang ke hotel pukul 03.00 dan langsung memasak, karena saat subuh harus di cek oleh Paspampres dulu. Jika tidak pas atau berbahaya maka harus memasak ulang sebelum jam 07.00.

“Walaupun sedkit tegang, namun bisa melayani orang nomor satu di Indonesia bisa menjadi pengalam berharag bagi saya,” tandasnya sembari tersenyum. (lutfi hanafi/zal)