Tarik Pungli Prona, Kades Ditangkap

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Kepala Desa Manggis Kecamatan Sirampong Kabupaten Brebes diamankan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Ditreskrimsus Polda Jateng. Kades bernama Mudhakir ini terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) melakukan praktik pungli pembuatan sertifikat Proyek Operasional Nasional Agraria (Prona).

Mudhakir terkena OTT oleh Tim Saber Pungli pada 25 Januari 2017. Barang bukti  yang disita petugas uang sejumlah Rp 2,7 juta dan beberapa sertifikat beserta kuitansi pembayaran.

”Kemudian tim melakukan pengembangan dengan memeriksa 204 saksi dari penerima maupun perangkat desa. Dari pemeriksaan tersebut kami menyita uang lagi dengan total sebesar Rp 64 juta,” ungkap Direskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari saat gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Kamis (2/2) kemarin.

Lukas menjelaskan penangkapan ini dari informasi masyarakat yang menyampaikan adanya dugaan praktik pungli oleh tersangka Mudhakir. Modusnya yakni dengan memungut biaya dari setiap pembuatan sertifikat, sebesar Rp 1 juta kepada pemohon.

”Hingga saat ini terdapat 250 sertifikat yang telah diterbitkan dan  210  di antaranya telah diserahkan ke warga. Setiap sertifikat yang diberikan, dipungut satu juta rupiah. Tinggal 40 sertifikat yang belum dikeluarkan karena belum lunas,” katanya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova menjelaskan pembuatan sertifikat Prona seharusnya tidak dipungut biaya. Sedangkan alasan tersangka, pungutan tersebut dipergunakan sebagai biaya operasional. ”Alasan tersangka ini untuk biaya pengurusan. Praktik pungutan liar ini sudah dilakukan sejak tahun 2016,” terangnya.

Djarod menambahkan, tersangka Mudhakir telah ditetapkan tersangka dan bersangkutan telah ditahan di Mapolda Jateng sejak 25 Januari 2017. Tersangka diancam pasal 12 E UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman lima hingga 20 tahun penjara. ”Dari hasil pemeriksaan, hingga saat ini belum ditemukan keterkaitan BPN terhadap kasus tersebut. Tapi kita akan terus melakukan pengembangan untuk mengetahui pelaku lain yang ikut menikmati hasil pungli ini,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -