Warga Desa Surengede, Kecamatan Kejajar, kemarin, meresmikan bank sampah. Warga juga mendeklarasikan gerakan menabung sampah. Seperti apa?

ZAIN ZAINUDIN

UPAYA tersebut untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan hidup sehat. Tak hanya kalangan perempuan. Gerakan ini juga diikuti pemuda-pemudi desa setempat.

Kepala Desa Surengede, Ahmad Fauzi, mengakui keinginan untuk melihat desanya bersih dan bebas dari sampah sudah lama terpendam. Namun, berkat kegigihan ibu-ibu dan pemuda-pemudi desa setempat, cita-cita tersebut bisa diwujudkan. “Harapan kami, gerakan peduli sampah di desa kami bisa sukses, yang nantinya bisa sebagai contoh untuk desa lainnya di wilayah Kejajar,” kata Fauzi.

Berdirinya bank sampah dan semangat warga Surengede dalam merintis gerakan menabung sampah, mendapatkan apresiasi dari Camat Kejajar, Iwan Widayanto. Menurut Iwan, gerakan seperti itu selaras dengan program pelestarian lingkungan.

Melihat kondisi desa-desa saat ini, pengelolaan sampah sedianya sudah masuk kategori sangat urgen. Untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah Kejajar, sebenarnya telah banyak ide, masukan, maupun gagasan. Rata-rata menawarkan solusi dengan pembuatan tempat sampah sementara (TPS) di beberapa titik.

“Saya sendiri menilai, dengan bank sampah dan sistem pengelolaan sampah secara mandiri, akan lebih efektif.” Hal itu didasarkan pada volume sampah di wilayah Kejajar yang terhitung sangat besar. Melonjaknya volume sampah, sebagai dampak dari aktivitas wisata.

Ia mencontohkan, volume sampah di Dieng Kulon, per hari bisa mencapai 500 kuintal hingga 1 ton. Karena itu, tanpa adanya kepedulian dari warga untuk mengelola sampah sekitar mereka, maka persoalan sampah ke depan bakal menjadi problem yang sulit dipecahkan.

Camat Iwan berharap, langkah kecil warga Surengede bisa disambut dengan tindaklanjut Pemkab. Baik berupa pendampingan maupun pembinaan secara berkelanjutan. Sehingga kelangsungan serta semangat warga tetap terjaga.

Menanggapi hal itu, Asisten II Setda, Amin Suradi, mengaku sangat apresiatif melihat kesadaran warga dalam mengelola sampah secara mandiri. “Dengan telah dideklarasikannya gerakan menabung sampah untuk dikelola secara mandiri, kebiasaan-kebiasaan buruk seperti membuang sampah di bantaran sungai juga akan terhapus.” (*/isk)