33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Sampah Menumpuk karena Aktivitas Wisata

Ketika Warga Surengede Mendeklarasikan Gerakan Menabung Sampah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Warga Desa Surengede, Kecamatan Kejajar, kemarin, meresmikan bank sampah. Warga juga mendeklarasikan gerakan menabung sampah. Seperti apa?

ZAIN ZAINUDIN

UPAYA tersebut untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan hidup sehat. Tak hanya kalangan perempuan. Gerakan ini juga diikuti pemuda-pemudi desa setempat.

Kepala Desa Surengede, Ahmad Fauzi, mengakui keinginan untuk melihat desanya bersih dan bebas dari sampah sudah lama terpendam. Namun, berkat kegigihan ibu-ibu dan pemuda-pemudi desa setempat, cita-cita tersebut bisa diwujudkan. “Harapan kami, gerakan peduli sampah di desa kami bisa sukses, yang nantinya bisa sebagai contoh untuk desa lainnya di wilayah Kejajar,” kata Fauzi.

Berdirinya bank sampah dan semangat warga Surengede dalam merintis gerakan menabung sampah, mendapatkan apresiasi dari Camat Kejajar, Iwan Widayanto. Menurut Iwan, gerakan seperti itu selaras dengan program pelestarian lingkungan.

Melihat kondisi desa-desa saat ini, pengelolaan sampah sedianya sudah masuk kategori sangat urgen. Untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah Kejajar, sebenarnya telah banyak ide, masukan, maupun gagasan. Rata-rata menawarkan solusi dengan pembuatan tempat sampah sementara (TPS) di beberapa titik.

“Saya sendiri menilai, dengan bank sampah dan sistem pengelolaan sampah secara mandiri, akan lebih efektif.” Hal itu didasarkan pada volume sampah di wilayah Kejajar yang terhitung sangat besar. Melonjaknya volume sampah, sebagai dampak dari aktivitas wisata.

Ia mencontohkan, volume sampah di Dieng Kulon, per hari bisa mencapai 500 kuintal hingga 1 ton. Karena itu, tanpa adanya kepedulian dari warga untuk mengelola sampah sekitar mereka, maka persoalan sampah ke depan bakal menjadi problem yang sulit dipecahkan.

Camat Iwan berharap, langkah kecil warga Surengede bisa disambut dengan tindaklanjut Pemkab. Baik berupa pendampingan maupun pembinaan secara berkelanjutan. Sehingga kelangsungan serta semangat warga tetap terjaga.

Menanggapi hal itu, Asisten II Setda, Amin Suradi, mengaku sangat apresiatif melihat kesadaran warga dalam mengelola sampah secara mandiri. “Dengan telah dideklarasikannya gerakan menabung sampah untuk dikelola secara mandiri, kebiasaan-kebiasaan buruk seperti membuang sampah di bantaran sungai juga akan terhapus.” (*/isk)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Raih Juara di Ajang KMNR

MUNGKID – Dua siswa SMP Muhammadiyah Muntilan Kabupaten Magelang berhasil meraih juara di Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-12 di Institut Pertanian Bogor yang...

Menghemat Listrik dan Cegah Kerusakan Peralatan Elektronik

Dua mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan alat untuk memperbaiki kualitas listrik. Namanya SMART COPY. Seperti apa? AFIATI TSALITSATI RADARSEMARANG.COM - PERMASALAHAN kualitas listrik disebabkan oleh faktor...

BPBD Minta Warga Waspadai Bencana Musiman

DEMAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mulai mewaspadai datangnya bencana musiman, seperti angin puting beliung dan banjir. Karena itu, untuk menangani potensi...

Tak Sekedar Teori, Aplikasikan Untuk Masyarakat

SEBANYAK  2.885 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II Tahun 2016/2017 secara resmi ditarik kembali oleh Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, di Lapangan...

Ella Skin Care Disambut Antusias

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG  - Kecantikan dan perawatan tubuh masih menjadi bisnis yang menggiurkan. Tak heran bila banyak klinik kecantikan berlomba-lomba menggaet para konsumen yang didominasi kaum...

Edukasi Keuangan, CIMB Niaga Ajak Siswa SD Tour de Bank

SEMARANG- Untuk membangun Indonesia yang maju, dibutuhkan manusia yang berkualitas bersumber pada pendidikan yang berkelanjutan sejak usia dini. Atas dasar itu, CIMB Niaga ingin...