Mewaspadai Narkoba Via Jasa Kurir

862
KERJASAMA: Kepala BNNK Temanggung Istantiyono dan Pimpinan JNE Temanggung Lany Astuti Harjono penandatanganan nota kesepahaman di halaman kantor baru JNE Temanggung, kemarin (3/1). (Ahsan.fauzi@radarsemarang.com)
KERJASAMA: Kepala BNNK Temanggung Istantiyono dan Pimpinan JNE Temanggung Lany Astuti Harjono penandatanganan nota kesepahaman di halaman kantor baru JNE Temanggung, kemarin (3/1). (Ahsan.fauzi@radarsemarang.com)

TEMANGGUNG—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung mewaspadai peredaran narkoba melalui lembaga atau perusahaan jasa pengiriman barang. Untuk itu, BNNK Temanggung menggandeng kerjasama dengan lembaga-lembaga jasa pengiriman barang yang ada di kota tersebut.

“Pagi ini (kemarin, red), kita teken MoU (memorandum of understanding) dengan JNE Temanggung. Ke depan akan dilanjut dengan lembaga-lembaga jasa pengiriman barang lain seperti Kantor Pos, TIKI, dan lainnya,” kata Kepala BNNK Temanggung Istantiyono usai peresmian kantor baru JNE Temanggung, kemarin.

Istantiyono melanjutkan, nota kesepahaman seperti itu, juga telah dilakukan oleh BNN Pusat dengan pihak JNE di Jakarta. MoU penting untuk menekan penyelundupan barang terlarang melalui lembaga jasa pengiriman barang, seperti halnya JNE. “Jika ada barang sekiranya mencurigakan yang mau dikirim, senggol kami. Kami siap datang,” janji Istantiyono.

Apakah sudah ada oknum yang memanfaatkan lembaga jasa pengiriman barang di Temanggung untuk mengirim narkoba? Istantiyono menjawab, sejauh ini belum ada. Meski begitu, pihaknya perlu mewaspadai. “Di daerah lain sudah ada, namun di sini (Temanggung, red) belum.”

Koordinator JNE Regional Regional IV Jateng-DIY Marsudi Suwita meminta kepada seluruh karyawan JNE untuk mewaspadai pengiriman barang haram. “Kami meminta karyawan untuk lebih hati-hati dan teliti. Jika ada barang yang ganjil, silahkan lapor ke BNN. Selain dengan BNN, kita juga kerjasama dengan aparat, TNI-Polri.” (san/isk)