Komisi V DPR Dukung Pembangunan Tol Semarang-Demak

748
PANTAU INFRASTRUKTUR: Anggota Komisi V DPR RI Fathan Subchi bersama rombongan dan pejabat teras dari Kementerian Pekerjaan Umum diterima Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono MMR di ruang Pendopo Kabupaten, kemarin. (Wahib.pribadi@radarsemarang.com)
PANTAU INFRASTRUKTUR: Anggota Komisi V DPR RI Fathan Subchi bersama rombongan dan pejabat teras dari Kementerian Pekerjaan Umum diterima Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono MMR di ruang Pendopo Kabupaten, kemarin. (Wahib.pribadi@radarsemarang.com)

DEMAK-Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, kemarin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Demak. Rombongan wakil rakyat yang diikuti tim teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Basarnas dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) tersebut langsung meninjau lahan yang akan dilalui jalan tol Semarang-Demak, utamanya di wilayah Desa Sriwulan dan Desa Bedon, Kecamatan Sayung.

Dengan melihat langsung kondisi lapangan tersebut, Komisi V mendukung sepenuhnya realisasi jalan tol yang juga difungsikan sebagai penahan laju abrasi di pesisir Demak tersebut.

Anggota Komisi V DPR RI, Fathan Subchi menegaskan, Komisi V turut mendukung pembangunan tol tersebut agar masalah abrasi di Demak juga tertangani. Sebab selain mengatasi kemacetan lalu lintas Semarang-Demak, juga dapat menanggulangi abrasi dan rob. “Dengan adanya kunjungan ini, kami dari Komisi V berharap dapat ikut menanggulangi problem abrasi yang bertahun-tahun menggerus wilayah Sayung Demak tersebut,”kata Fathan dari Fraksi PKB DPR RI, dapil Demak, Kudus dan Jepara ini.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Semarang Ir Ahmad Herry Marzuki, CES mengatakan, rencana pembangunan jalan tol Semarang-Demak sebagian titik lahannya memang ada pergeseran. “Revisi desain segera diselesaikan termasuk penetapan lokasi tanah yang akan dibebaskan,” katanya.

Menurutnya, sebelum ada revisi, pembangunan jalan tol tengah dalam proses pelelangan. Namun, dalam perkembangannya PSDA justru akan membangun tanggul laut penahan abrasi sepanjang 8 kilometer secara terpisah. Karena itulah, muncul ide pembangunan jalan tol sepanjang 12,5 kilometer juga dapat difungsikan sebagai tanggul laut penahan abrasi. Yaitu, mulai Tambaklorok, Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, dan Trimulyo, Genuk, Semarang. Kemudian, lanjut Desa Sriwulan dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak.

“Dengan demikian, tidak perlu dibangun tanggul sendiri tapi bagaimana jalan tol ini juga dapat mengatasi abrasi. Dari hitung-hitungan sebetulnya biayanya lebih mahal. Tapi, dengan model join, total biaya lebih murah. Sekarang, masih dibuat detail engineering design (DED) nya. Rencana realisasi tahun ini,” katanya.

Selain meninjau titik jalan tol Semarang-Demak tersebut, anggota Komisi V juga meninjau ruas jalan nasional Trengguli-Welahan Jepara. Jalan tersebut sedianya akan dilebarkan agar dapat menampung kendaraan yang lebih banyak. “Untuk jalan Trengguli-Jepara sudah diserahkan ke pemerintah pusat 2016 lalu. Untuk jangka pendek kita perbaiki dulu. Sedangkan, pelebaran jalan program jangka panjang,” kata Herry Marzuki.

Bupati Demak HM Natsir mengungkapkan, Pemkab Demak optimis pembangunan jalan tol yang difungsikan sebagai penahan abrasi dapat segera terealisasi. “Kita berharap dapat terwujud secepatnya,” ujar Bupati disela menyambut kedatangan Komisi V DPR RI di Pendopo. (hib/zal)