Jangan Pernah Melupakan Sejarah Bangsa

720
MAULID NABI: Habib Muhammad Lutfi Bin Yahya saat menyampaikan tausiah kepada belasan ribu jamaah maulid di Lapangan Kliwonan Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Minggu malam (29/1) kemarin. (Ida.nor.layla@radarsemarang.com)
MAULID NABI: Habib Muhammad Lutfi Bin Yahya saat menyampaikan tausiah kepada belasan ribu jamaah maulid di Lapangan Kliwonan Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Minggu malam (29/1) kemarin. (Ida.nor.layla@radarsemarang.com)

SEMARANG-Sejarah bangsa Indonesia tidak boleh dilupakan. Karena itu, situs-situs sejarah harus dijaga dan dilestarikan, agar sejarah bangsa tidak dianggap dongeng oleh generasi mendatang.

Hal tersebut terungkap dalam Pengajian Akbar Maulid Nabi Bersama Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya yang digelar Jamiyyah Maulid Simtudduror Ngaliyan Semarang di Lapangan Kliwonan Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Sabtu malam (20/1) kemarin. Acara yang dihadiri belasan ribu kaum muslimin dari berbagai wilayah di Jawa Tengah ini, juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang diwakili Biro Kesra Pemprov Jateng, Dra Chumaidah Cholil, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang diwakili Camat Ngaliyan, Heroe Soekendar, perwakilan dari TNI dan perwakilan dari Kepolisian. Tausiah juga diberikan oleh KH Masroni dari Ponpes Sunan Gunung Jati Ba’alawy Gunung Pati Kota Semarang dan ulama kharismatik Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya.

Selain itu, kata Habib Lutfi – panggilan akrab Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya-  bahwa barang siapa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, berarti memperingati risalah nubuwah, nuzulul quran, dan lainnya. “Dengan begitu, umat Islam tidak sekadar tahu Rasulullah SAW, tapi mengenalnya dengan menaati ajarannya dan beriman kepada Nabi,” tandasnya.

Sedangkan KH Masroni menyatakan bahwa tentang pentingnya bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah dan pentingnya mencintai rasulullah SAW.

“Kalau kita cinta, berarti secara otomatis akan meniru dengan rasa senang. Mulai malam ini, mari kita cintai Nabi Muhammad SAW dan ahlu bait,” tandasnya. (ida)