Jaga Kelestarian Area Hutan Tangkapan Air

433
DAUR ULANG : Anak-anak Desa Surengede mengenakan baju dari bahan sampah. (Zain.zainudin@radarkedu.com)
DAUR ULANG : Anak-anak Desa Surengede mengenakan baju dari bahan sampah. (Zain.zainudin@radarkedu.com)

WONOSOBO – Masyarakat diminta menjaga kelestarian tanaman di wilayah perbukitan. Sebab bila area hutan yang menjadi daerah tangkapan air gundul, banjir bisa mengancam penduduk di lereng bukit.

Asisten Perhutani Kedu Selatan Muhammad Surahmad menjelaskan, sudah banyak kasus rusaknya hutan yang menimbulkan bencana. Khususnya bencana banjir kiriman dari hutan yang rusak ke perkampungan yang lebih rendah.

Kondisi itu masih diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat yang suka membuat bangunan di bibir sungai. “Akibatnya lebar sungai menyempit hingga air tak teralirkan dengan baik,” jelas Surahmad.

Agar musibah banjir kiriman tidak terjadi, butuh kesadaran dari semua pihak. Seperti saat membuat bangunan harus memperhatikan aspek Kawasan Sepandan Sungai (KPS). “Aturannnya ada. Jarak minimum 50 meter sungai kecil, 100 meter sungai sedang dan 150 meter sungai besar,” ujarnya.

Jarak yang tersisa itu sedianya ditanami tanaman seperti buah tegakan atau beringin untuk mengikat air. Aarea sumber mata air juga perlu ditanami 1 beringin atau 2 pohon lain. “Kita lihat kan dulu setiap sendang pasti ada beringin di dekatnya. Makanya kebiasaan nenek moyang kita dulu patut ditiru kembali,” katanya (cr2/ton)