Hati-Hati Marak Jebakan di Dieng

6068
BIKIN KAPOK DATANG: Kawasan objek wisata Dieng. Wisatawan yang datang mengeluh karena sering ditarik biaya berkali-kali dan memaksa. (Ahmad.zainudin@radarkedu.com)
BIKIN KAPOK DATANG: Kawasan objek wisata Dieng. Wisatawan yang datang mengeluh karena sering ditarik biaya berkali-kali dan memaksa. (Ahmad.zainudin@radarkedu.com)

WONOSOBO-Pengunjung kawasan objek wisata Dieng banyak yang mengeluh usai berwisata. Tak semata soal mahalnya tiket. Tapi adanya ‘jebakan’ yang sifatnya memaksa wisatawan untuk mengeluarkan uang lebih.

Pengakuan itu disampaikan seorang wisatawan dalam sebuah akun Facebook bernama Yudhistira Jamus Kalimasada yang diunggah belum lama ini. Ungguhan Yudistira menjadi viral di media sosial. Pengakuan Yudhistira di-screenshoot oleh Ketua Komisi D DPRD Wonosobo lantas di-share ke grup WhatsApp.

Yudhistira menulis, memasuki loket kawasan, sekitar 7 Km dari titik nol Dieng (loket Garung), dia harus membayar tiket per kepala. Saat itu dia berwisata dengan 5 anggota keluarga. Di loket tersebut, ia bisa memaklumi. Harapannya, akan ada objek wisata menarik yang bisa dinikmati di sepanjang perjalanan, karena sudah ditarik tiket. Faktanya, sepanjang perjalanan, tidak ada tempat indah. Kecuali hawa sejuk dan dinginnya dataran tinggi.

Kekecewaan si pemilik akun Yudhistira, masih berlanjut setelah ia sampai di titik 0 Km atau pusat objek wisata Dieng. Sama seperti wisatawan lain, ia mengambil jalur kiri. Setelah jalan beberapa menit, ia kembali harus bayar tiket. Juga dihitung per kepala. Apesnya, dua kali bayar tiket, tak ada objek wisata apapun yang bisa dinikmati.

Kecuali hanya disediakan tempat parkir. Itu pun masih harus bayar. Baru maju beberapa langkah, maksud hati ingin masuk kawasan Telaga Warna, ia bersama lima anggota keluarga kembali ditarik per kepala. Di sinilah, ia baru bertanya, “Dua kali membayar tiket sebenarnya untuk apa?” Tanyanya dalam status.

Lucunya, lanjut dia, dua kali membayar tiket untuk lima orang, tapi ia hanya diberi 4 tiket. “Sudah diklip. Pesan klipnya jangan dibuka, langsung masuk saja.”

Sehabis di telaga, ia melanjutkan perjalanan ke kawah Sikidang. Lagi-lagi, ia harus ditarik per kepala. Memasuki kawasan Kawah Sikidang, ia sempat menuliskan pesan kepada calon pengunjung jangan mudah tergiur dengan spot yang indah dan banyak. Karena di sana banyak jebakan. Untuk berfoto dengan kamera sendiri, tetap harus bayar Rp 5 ribu rupiah per kepala. Semakin banyak spot foto bagus, di situlah banyak muncul jebakan.

Ketua Komisi D DPRD Wonosobo, Faizun, sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut Faizun, wisatawan seharusnya dibuat nyaman dan kerasan. Tak perlu ada jebakan atau tarif yang sebenarnya tidak perlu. “Melihat kondisi semacam itu, dinas terkait seharusnya paling bertanggung jawab, harus segera lakukan pembenahan.”

Pengakuan yang sempat menjadi viral di medsos, direspons oleh CBO Wonosobo-Banjarnegara. Mereka mengakui, matinya wisata di dermaga Mrica, juga berawal dari hal-hal seperti itu. Mulai ulah tukang ojek nakal maupun para tukang andong. “Saya sangat berharap, kejadian di Mrica menjadi catatan bersama semua pihak. Jangan aji mumpung.” (cr2/isk)