Banyak Ruang Sidang Belum Ideal

328
KEADILAN: Ketua PT Jateng Nommy (kedua dari kiri) didampingi Ka PN Ungaran Sunarso (paling kiri), Wabup Ngesti Nugraha (paling kanan) dan Forkompinda saat meninjau renovasi ruang sidang utama, kemarin. (Eko.wahyu.budiyanto@radarsemarang.com)
KEADILAN: Ketua PT Jateng Nommy (kedua dari kiri) didampingi Ka PN Ungaran Sunarso (paling kiri), Wabup Ngesti Nugraha (paling kanan) dan Forkompinda saat meninjau renovasi ruang sidang utama, kemarin. (Eko.wahyu.budiyanto@radarsemarang.com)

UNGARAN – Saat ini masih banyak Pengadilan Negeri (PN) di Jawa Tengah yang belum memiliki fasilitas ruang sidang anak yang memadahi. Hal itu dikatakan oleh Kepala Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah Nommy HT Siahaan usai meresmikan renovasi ruang sidang utama ‘Cakra’ di PN Ungaran, Kamis (2/2).

“Saat ini yang memiliki fasilitas memadai dan ideal baru sekitar sepuluh persen dari 36 satker di lingkungan PT Jawa Tengah,” kata Nommy.

Padahal berdasarkan UU Nomor 11 tahun 2012, anak yang tersangkut perkara pidana diamanatkan disidang di ruang khusus anak. Selain itu ruang tunggu sidang anak dipisahkan dengan ruang tunggu sidang orang dewasa. Saat ini, PN yang memenuhi syarat ideal untuk menyelenggaarakan peradilan anak diantaranya PN Semarang dan PN Temanggung.

Diakuinya secara umum fasilitas pendukung hampir seluruh PN masih kurang. Namun ia mengimbau segenap jajaran PN untuk terus bekerja keras meningkatkan kinerja guna menunjang program peradilan yang agung (court of excellent) yang dicanangkan Mahkamah Agung (MA).

Menurut Nommy, saat ini tuntutan masyarakat pencari keadilan yaitu terselenggaranya peradilan yang cepat, berbiaya murah dan mengutamakan asas keadilan. Kondisi itu menjadi tantangan bagi para hakim dan pegawai pengadilan negeri untuk memenuhinya dengan segala keterbatasan fasilitas pendukung.

Dia tidak menampik jika ada pihak-pihak yang ingin membantu pengadilan negeri memenuhi kebutuhan pembangunan fasilitas fisik. Asalkan bantuan (pihak ketiga) itu tidak mengikat dan tidak mengurangi kedaulatan atau independensi peradilan.“Kami juga mengharapkan dukungan dari Pemkab Semarang jika memang ada program bantuan seperti itu,” tuturnya.

Ketua PN Ungaran Sunarso menjelaskan dengan tambahan dua fasilitas fisik ini dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja jajaran PN Ungaran. Saat ini ada tiga ruang sidang dewasa dan satu ruang sidang anak dalam satu lingkungan yang tak terpisah. “Idealnya memang ruang sidang anak terpisah dari gedung induk Pengadilan Negeri. Namun kita akan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sunarso.

Sementara itu Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha berharap peningkatan mutu fasilitas fisik PN Ungaran dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. “Fasilitas pendukung ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan saat bekerja sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat,” katanya. (ewb/zal)