Sita 293 Botol Miras dan 1 Jerigen Arak

537
DALAM PERAWATAN : Petugas menggendong dua anak Indri dan Ahmad Minan yang dirawat di RSUD Sunan Kalijaga. (Wahib.pribadi@radarsemarang.com)
DALAM PERAWATAN : Petugas menggendong dua anak Indri dan Ahmad Minan yang dirawat di RSUD Sunan Kalijaga. (Wahib.pribadi@radarsemarang.com)

DEMAK-Aparat Satpol PP Pemkab Demak melakukan razia besar-besaran di wilayah Kecamatan Kebonagung. Hasilnya, sebanyak 293 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan satu jeriken arak ukuran besar berhasil disita dari beberapa tempat karaoke di daerah yang berbatasan dengan Grobogan tersebut.

Miras antara lain didapatkan dari empat lokasi karaoke. Yaitu, Sumber Rejeki Desa Kebonagung. Kemudian, di Karaoke Kandang Bebek, Dukuh Mintreng Desa Kebonagung, Karaoke Glagah Wangi, Desa Werdoyo dan Karaoke Cahaya, Desa Werdoyo.

Kepala Satpol PP, Bambang Saptoro menegaskan, Satpol PP akan bergerak terus untuk menertibkan karaoke-karaoke yang menyediakan miras. “Sebelumnya banyak laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya miras di dalam karaoke. Karena itu, kami menindaklanjuti dengan operasi. Ini sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang larangan miras,” ujar Bambang didampingi Sekretarisnya Arief Sudaryanto, Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Adi Prabowo dan Kasi Pengawasan dan Penyuluhan, Rozikan, kemarin.

Operasi digencarkan termasuk untuk menyambut HUT Satpol PP ke-67. Dia menambahkan, miras menjadi salah satu pemicu tindak kriminalitas. Apalagi, kata dia, sekarang sudah banyak pelajar SD maupun SMP termasuk anak-anak yang mengonsumsi miras, termasuk anak-anak yang biasa mangkal di lampu traffic light.

“Kami berharap, ada kerjasama yang baik dengan masyarakat untuk ikut mengatasi masalah sosial ini. Kalau ada indikasi yang mencurigakan, langsung laporkan saja ke Satpol PP atau kepolisian,” katanya.

Terkait kasus ini, Satpol PP telah memanggil para pemilik karaoke terkait. “Kami proses secara hukum. Sebab, apa yang dilakukan melanggar aturan perundangan yang ada. Sanksi sudah jelas. Baik pengguna (pengonsumsi, red), maupun penjual dapat dikenai hukuman kurungan 3 bulan dan denda Rp 50 juta,” katanya. (hib/ida)