Ribuan Ulat Bulu Serbu SD 4 Cepiring

675
MENJALAR KE SEKOLAH : Wabah ulat bulu merangsek masuk melalui dinding SDN 4 Cepiring, dan menyebabkan gatal-gatal pada siswa. (Budi.setiawan@radarsemarang.com)
MENJALAR KE SEKOLAH : Wabah ulat bulu merangsek masuk melalui dinding SDN 4 Cepiring, dan menyebabkan gatal-gatal pada siswa. (Budi.setiawan@radarsemarang.com)

KENDAL—Fenomena ulat bulu yang mewabah di Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring semakin meluas. Tidak hanya menyerang rumah-rumah warga, tapi merambah ke sekolah. Ribuan ulat bulu masuk ke ruang kelas di SD N 4 Cepiring.

Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Pasalnya, tak sedikit siswa yang terserang gatal-gatal dan bentol akibat terkena ulat bulu. Selain itu, tak banyak juga siswa terutama perempuan yang menjerit histeris karena takut dan jijik akan keberadaan ulat bulu tersebut.

“Sangat menganggu, karena ulat bulu merambat di meja belajar, bahkan masuk ke dalam tas dan tempat duduk siswa. Banyak siswa yang ketakutan, menjerit dan berlarian keluar kelas,” ujar Laura, salah satu siswa setempat.

Ulat bulu tersebut diduga kuat berasal dari kebun pabrik gula cepiring atau IGN. Pasalnya, pabrik tersebut banyak pepohonan dan sudah dua tahun terakhir tidak beroperasi.

Laura mengaku, ulat bulu mulai masuk sekolah sejak Senin lalu. Sejak itu, setiap harinya ada siswa yang terserang gatal dan panas, bahkan kulit sampai bentol-bentol dan terpaksa harus dibawa ke ruang kesehatan sekolah. “Soalnya ulat masuk ke kelas, siswa pada gatal-gatal,” tuturnya.

Hal senada dikatakan guru kelas 6 SD 4 Cepiring, Ngatini. Ia mengaku, ruang kelasnya berdekatan dengan tembok pabrik gula. Sehingga banyak ulat yang merambat melalui tembok kemudian masuk ke dalam kelas. “Sebagian siswa, terutama yang perempuan memang banyak yang ketakutan,” akunya.

Ia mengaku, hampir satu minggu ini setiap harinya, bahkan setiap lima menit sekali, siswa harus menyapu ruang kelas ulat agar tidak masuk ruang kelas.

Kasi Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Bambang Heri Mulyono, mengatakan pihaknya sudah melakukan penyemprotan yang ketiga kalinya. Namun ulat masih banyak.

Pihaknya berharap, mendapatkan izin dari manajemen pabrik untuk melakukan penyemprotan terhadap ulat bulu dengan menggunakan insektisida ke dalam pabrik. “Sudah kami lakukan penyemprotan tiga kali. Tapi karena sumber dari dalam pabrik, sehingga harus menyemprotnya dari dalam. Jika tidak percuma, ulat akan terus masuk ke kelas dan mengganggu siswa belajar,” tambahnya. (bud/ida)