GAGAL KABUR: Pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang, Nur Habib saat berada di Polres Wonosobo. (Sumali.ibnu.chamid@radarkedu.com)
GAGAL KABUR: Pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang, Nur Habib saat berada di Polres Wonosobo. (Sumali.ibnu.chamid@radarkedu.com)

WONOSOBO – Penipuan dengan modus penggandaan uang masih saja mujarab. Seperti dilakukan Nur Habib, 45, warga Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Dia diduga menipu korban Yani al Rahayu bersama dua temannya warga Madiun, Jawa Timur. Akibatnya korban menelan kerugian mencapai Rp 20 juta.

Aksi Nur Habib ini berlangsung pada pertengahan 20 Januari lalu sekitar pukul 07.00 WIB di Wonosobo.  Pelaku ditangkap petugas patroli Satlantas Polres Wonosobo hanya berselang 15 menit setelah melakukan aksi kejahatannya. Pelaku kemudian diamankan di Pos Polisi Muntang Wonosobo sebelum dilimpahkan kepada Satreskim Polres Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP Mumammad Ridwan melalui Kasatreskrim AKP Suharjono, mengatakan, penipuan ini berawal ketika Yani menghubungi pelaku melalui telepon sekitar Desember 2016. Korban minta pada pelaku untuk menggandakan uang miliknya.

“Pelaku menyanggupi permintaan itu, di mana akan menggandakan sebanyak 100 kali lipat. Korban kemudian diminta untuk datang ke Wonosobo guna melakukan ritual,” jelas Suharjono.

Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya korban bersama 2 orang kawannya mau datang ke Wonosobo sambil membawa uang Rp 20 juta. Jumat (20/1) pagi, para korban sudah disambut pelaku dan diajak menginap di Wisma PJKA sekaligus melakukan ritual.

“Pelaku juga meminta syarat ritual berupa potongan kain mori, 1 buah apel, 1 buah pir, 1 buah naga dan uang tunai Rp 2 juta yang terdiri dari 1.000 lembar uang pecahan Rp 2.000,” jelasnya.

Namun pada saat para korban sedang menyiapkan perangkat ritual tersebut, pelaku melarikan diri sambil membawa uang Rp 20 juta yang akan digandakan. Korban diminta menata 100 lembar uang pecahan Rp 2.000 tersebut secara lurus dan berjajar. Pada saat itulah pelaku melarikan diri dengan naik ojek.

“Pelaku sendiri akhirnya ditangkap selepas korban yang menyadari kejadian tersebut berusaha mengejar dan diketahui oleh anggota Satlantas yang sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi di Simpang Kresna,” terangnya.

Dengan menggunakan handy talky, anggota Satlantas memberitahukan kejadian tersebut kepada petugas di Pos Muntang, pintu keluar dari wilayah Kota Wonosobo.  Di lokasi tersebut, pelaku berhasil dihadang dan ditangkap. “Antara lokasi PJKA dan Pos Muntang merupakan satu jalur.”

Saat diperiksa petugas, Habib mengaku pernah dihukum 6 bulan penjara di Rutan Banyumas pada tahun 2014 karena kasus penggandaan uang. Korban pernah tahu pelaku merupakan dukun yang bisa menggandakan uang sehingga langsung menghubunginya. “Begitu dihubungi lewat telepon oleh Bu Yani, saya langsung merencanakan penipuan ini,” katanya.

Pelaku sampai saat ini masih mendekam di ruang tahanan Mapolres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (ali/ton)