33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Dukun Pengganda Uang Dibekuk

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

WONOSOBO – Penipuan dengan modus penggandaan uang masih saja mujarab. Seperti dilakukan Nur Habib, 45, warga Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Dia diduga menipu korban Yani al Rahayu bersama dua temannya warga Madiun, Jawa Timur. Akibatnya korban menelan kerugian mencapai Rp 20 juta.

Aksi Nur Habib ini berlangsung pada pertengahan 20 Januari lalu sekitar pukul 07.00 WIB di Wonosobo.  Pelaku ditangkap petugas patroli Satlantas Polres Wonosobo hanya berselang 15 menit setelah melakukan aksi kejahatannya. Pelaku kemudian diamankan di Pos Polisi Muntang Wonosobo sebelum dilimpahkan kepada Satreskim Polres Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP Mumammad Ridwan melalui Kasatreskrim AKP Suharjono, mengatakan, penipuan ini berawal ketika Yani menghubungi pelaku melalui telepon sekitar Desember 2016. Korban minta pada pelaku untuk menggandakan uang miliknya.

“Pelaku menyanggupi permintaan itu, di mana akan menggandakan sebanyak 100 kali lipat. Korban kemudian diminta untuk datang ke Wonosobo guna melakukan ritual,” jelas Suharjono.

Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya korban bersama 2 orang kawannya mau datang ke Wonosobo sambil membawa uang Rp 20 juta. Jumat (20/1) pagi, para korban sudah disambut pelaku dan diajak menginap di Wisma PJKA sekaligus melakukan ritual.

“Pelaku juga meminta syarat ritual berupa potongan kain mori, 1 buah apel, 1 buah pir, 1 buah naga dan uang tunai Rp 2 juta yang terdiri dari 1.000 lembar uang pecahan Rp 2.000,” jelasnya.

Namun pada saat para korban sedang menyiapkan perangkat ritual tersebut, pelaku melarikan diri sambil membawa uang Rp 20 juta yang akan digandakan. Korban diminta menata 100 lembar uang pecahan Rp 2.000 tersebut secara lurus dan berjajar. Pada saat itulah pelaku melarikan diri dengan naik ojek.

“Pelaku sendiri akhirnya ditangkap selepas korban yang menyadari kejadian tersebut berusaha mengejar dan diketahui oleh anggota Satlantas yang sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi di Simpang Kresna,” terangnya.

Dengan menggunakan handy talky, anggota Satlantas memberitahukan kejadian tersebut kepada petugas di Pos Muntang, pintu keluar dari wilayah Kota Wonosobo.  Di lokasi tersebut, pelaku berhasil dihadang dan ditangkap. “Antara lokasi PJKA dan Pos Muntang merupakan satu jalur.”

Saat diperiksa petugas, Habib mengaku pernah dihukum 6 bulan penjara di Rutan Banyumas pada tahun 2014 karena kasus penggandaan uang. Korban pernah tahu pelaku merupakan dukun yang bisa menggandakan uang sehingga langsung menghubunginya. “Begitu dihubungi lewat telepon oleh Bu Yani, saya langsung merencanakan penipuan ini,” katanya.

Pelaku sampai saat ini masih mendekam di ruang tahanan Mapolres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (ali/ton)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Ajak Diet Kantong Plastik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang mengajak warganya diet kantong plastik. Imbauan ini penting, mengingat 30 persen dari 60 ton sampah per hari yang dihasilkan...

Telkom Beri Bantuan Kemanusiaan Korban ROB

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - PT Telkom Witel Pekalongan meningkatkan kegiatan sosial di bulan Ramadan ini.  Kali ini memberikan bantuan kepada karyawan dan pensiuan yang menjadi...

Usulkan Deposit bagi Penyewa Mobil

SEMARANG – Sistem Tilang Elektronik (e-tilang) yang dibantu closed service television (CCTV) memaksa Organisasi Pengusaha Rent Car Daerah (Asperda) ikut melakukan perubahan. Sebab, jika...

Bagikan 500 Takjil Gratis

TEMANGGUNG- Puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) membagikan takjil pada masyarakat di seputar Alun-alun Temanggung, Rabu (14/6) sore. Ketua MPC Pemuda Pancasila Temanggung Petut Wibowo...

150 Binaragawan Adu Otot

TEMANGGUNG - Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kabupaten Temanggung menggelar Kejuaraan Men of Steel Body Contest tingkat nasional. Kegiatan ...

Pos Layanan Butuh Perbaikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah dinas di Pemkot Semarang dinilai belum memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Hal ini diketahui dari hasil survei yang dilakukan pengamat...