Dari 837 Pohon, Hasilkan 33,5 Ton Buah Kelengkeng

Melongok Panen Raya Buah Kelengkeng di Cepoko, Gunungpati

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Meski sebagai Kota Metropolitan, Kota Semarang masih kaya dengan hasil perkebunan yang bisa dibilang unggulan. Seperti buah durian, jambu kristal, rambutan, dan kelengkeng. Seperti apa?

RIZAL KURNIAWAN

RINTIK hujan Rabu (1/2) kemarin, tak menyurutkan semangat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan rombongan untuk menyusuri kebun buah di Kelurahan Cepoko, Gunungpati. Mengenakan kemeja putih dan topi hitam, Hendi –sapaan akrabnya—berjalan di antara pohon kelengkeng yang tumbuh subur. Begitu mengetahui ada pohon yang buahnya lebat, Hendi segera mengarahkan gunting pemotong tangkai buah yang dipegangnya.

”Wah, buah kelengkengnya mantap,” ucap Hendi disambut tepuk tangan pejabat dan warga yang hadir.

Ya, siang itu, orang nomor satu di Kota Semarang ini didaulat  memanen buah kelengkeng hasil budidaya Dinas Pertanian Kota Semarang. Panen raya kelengkeng itu dilakukan di Kebun Cepoko, Gunungpati. Buah kelengkeng sendiri merupakan salah satu komoditas di Kota Semarang. Sebab, dari sebanyak 837 pohon kelengkeng yang berusia 4-5 tahun telah dihasilkan kurang lebih 33,5 ton buah untuk dipasarkan di wilayah Semarang bahkan luar kota.

Di tengah perjalanan di kebun tersebut, Hendi dan rombongan berhenti untuk melihat bibit-bibit tanaman yang ada di UPTD benih tanaman milik Dinas Pertanian Kota Semarang. Di sana ditanam berbagai bibit buah, di antaranya kelengkeng, jambu kristal, durian, rambutan, dan lain-lain.

Hasil dari pembudidayaan buah tersebut diberlakukan bagi hasil dengan pembagian 70 persen untuk para petani dan 30 persen masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seperti salah satu petani di daerah Cepoko, Rowi, 57. Dirinya bersama 15 petani lainnya mengelola budi daya kelengkeng, jambu kristal, dan sirsak dengan luas lahan 2,7 hektare. ”Produk buah kami sangat disukai masyarakat, karena memang rasanya manis,” katanya.

Wali kota mendukung kegiatan budidaya kelengkeng ini untuk meningkatkan kesejahteraan warga. ”Saya bangga dengan warga Cepoko yang telah menjalankan usaha budidaya ini, meskipun wilayahnya merupakan daerah pengembangan, namun warganya punya keinginan untuk memajukan daerahnya,” ujar Hendi, sapaan akrabnya.

”Budidaya buah di wilayah ini saya pikir sudah berhasil. Rasa syukur sebagai warga Gunungpati ini harus diwujudkan dengan semangat, swadaya untuk ikut membangun wilayah Gunungpati menjadi lebih baik,” ujar wali kota di depan para petani.

Sektor pertanian, meski memberikan kontribusi kecil, tetapi memiliki potensi yang besar, khususnya di daerah Gunungpati, Mijen, Ngaliyan, Tembalang, Banyumanik, dan Tugu.

Untuk di wilayah perkotaan, sektor pertanian tetap bisa dilaksanakan dengan pengembangan tanaman hias, karena relatif tidak membutuhkan lahan luas. Kota Semarang memiliki 334 kelompok tani yang tergabung dalam 48 gapoktan, dan tujuh asosiasi berdasarkan komoditas pertanian.

Di kota yang memiliki potensi dalam bidang industri ini, sektor perkebunan dan pertanian masih dipertahankan karena dianggap berpotensi untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Dapat dilihat melalui dibukanya lahan luas yang dikelola untuk menghasilkan buah berkualitas baik. Bahkan sejumlah pohon buah yang sengaja dibudidayakan Dinas Pertanian ini tumbuh dengan subur.

Data dari Dinas Pertanian menyebutkan, lahan pertanian di wilayah Kota Semarang total seluas 2.700 hektare. Sedangkan area perkebunan seluas 35,6 hektare yang terbagi di 12 lokasi, di antaranya Kebun Purwosari, Bubakan, Wates, Gunungpati, Cepoko, Nongko Sawit, Kramas, Tambangan, Cangkiran, dan Kebun Wonosari. (*/aro/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -