Daerah Diminta Garap Potensi Wisata Alam

547
SUMBANG MASUKAN: Wantimpres Sri Adiningsih menerima kenang-kenangan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai Rakor pengembangan objek wisata Jateng di Gedung A Kantor Gubernur, kemarin. (Ajie.mh@radarsemarang.com)
SUMBANG MASUKAN: Wantimpres Sri Adiningsih menerima kenang-kenangan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai Rakor pengembangan objek wisata Jateng di Gedung A Kantor Gubernur, kemarin. (Ajie.mh@radarsemarang.com)

SEMARANG – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sri Adiningsih meminta Pemprov Jateng menggali potensi objek wisata, terutama yang berbasis alam. Apalagi, Jateng punya tipografi yang cukup lengkap. Ada pantai, gunung, sungai, hutan, air terjun, dan potensi alam lain yang bisa dikemas menjadi objek wisata.

Menurutnya, objek wisata alam ini tidak harus berdiri sendiri. Bisa digabung dengan desa wisata agar pengelolaannya lebih tertata. ”Pariwisata sudah menjadi salah satu tulang punggung pengembangan ekonomi di daerah. Sekarang masyarakat juga banyak berinisiasi mengembangkannya,” katanya usai menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Jateng, di Gedung A komplek Kantor Gubernur, Rabu (1/2).

Meski begitu, dia mengakui jika faktor infrastruktur menjadi kendala utama dalam mengembangkan wisata alam. Tidak sedikit akses menuju lokasi yang kurang memadai. Praktis wisatawan enggan berkunjung ke wisata alam tersebut. Karena itu, dia meminta permasalahan akses dan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota.

”Bukan hanya pusat, tapi provinsi, kabupaten dan kota harus ikut mendukung. Sebab akses menuju objek wisata yang baik akan mendorong turis untuk datang. Kan, anak-anak muda sekarang lagi senang selfie dan kulineran di alam,” katanya.

Sri Adiningsih juga meminta BUMN dan BUMD, serta perusahaan swasta ikut membantu mengembangkan inisiasi masyarakat tersebut. Karena, jika hanya mengandalkan sumber daya manusia (SDM) di desa tentu masih kurang.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menambahkan, keterlibatan BUMN dalam pengembangan pariwisata sudah ada contohnya di Kabupaten Magelang. Yakni di Kecamatan Borobudur. Terdapat 20 desa dan masing-masing dibangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Yakni berupa homestay dan tempat pergelaran. ”Jadi nggak hanya mengandalkan APBD,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, untuk pembangunan infrastruktur di desa, dapat memanfaatkan dana desa. Baik yang digelontor dari pusat, provinsi, maupun kabupaten. Dana dari masyarakat desa setempat juga bisa dimanfaatkan. ”Saran saya bisa belajar di Desa Ponggok, Klaten. Di sana sangat bagus dan layak jadi dicontoh dalam pengelolaan dan pengembangan potensi desa. Pada 2015 lalu, bisa mendapatkan Rp 6 miliar. Naiknya hampir dua kali lipat. Dalan setahun bisa dapat Rp 10 miliar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disporapar Jateng, Prambudi Trajutrisno mengatakan, saat ini desa wisata di Jateng yang teregistrasi ada sejumlah 147 lokasi yang tersebar di 35 Kabupaten dan Kota. Sedangkan yang berpotensi untuk dikembangkan ada sekitar 400 lokasi. ”Potensi terbanyak ada di Kabupaten Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Kabupaten dan Kota Semarang, Jepara, Solo dan sekitarnya,” katanya. (amh/ric/ce1)