Cek Riwayat Kesehatan Bisa Lewat Ponsel

4478
MUDAH : Informasi tentang riwayat kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang bisa diakses melalui aplikasi BPJS Kesehatan mobile. (Puput.puspitasari@radarkedu.com)
MUDAH : Informasi tentang riwayat kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang bisa diakses melalui aplikasi BPJS Kesehatan mobile. (Puput.puspitasari@radarkedu.com)

MAGELANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan fitur mobile screening pada aplikasi BPJS Kesehatan mobile. Kini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) makin mudah mengetahui riwayat kesehatan melalui telepon pintar berbasis android. Sementara personal computer (PC) maupun laptop, menggunakan emulator android.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Surmiyati menjelaskan, aplikasi tersebut bisa diunduh melalui google play store. Untuk bisa mengaksesnya, peserta terlebih dulu mendaftar menggunakan email aktif. Jika pengisian data lengkap, peserta akan menerima notifikasi email berupa kata sandi.

“Cukup daftar sekali, fitur tersebut bisa digunakan untuk satu keluarga,” katanya saat peluncuran fitur mobile screening, Rabu (1/2). Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Supardjo dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Fatma Murtiningsih.

Dijelaskannya, peserta akan mendapat 47 pertanyaan seputar kebiasaan, aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan. Setelah dijawab, peserta langsung memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan.

Bila terdeteksi memiliki risiko penyakit ringan, disarankan untuk menjaga pola hidup sehat. Juga olahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap hari. Sedangkan, jika terdeteksi risiko sedang atau tinggi, peserta akan mendapat nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder untuk ditunjukkan ke petugas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). “Peserta akan memperoleh tindak lanjut.”

Tindak lanjut untuk risiko sedang atau tinggi diabetes mellitus, peserta akan menjalani pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Namun, jika risiko itu pada penyakit degenerasi lainnya, seperti hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner, peserta disarankan berkonsultasi ke FKTP untuk mendapatkan rujukan pemeriksaan lanjutan.

Surmiyati berharap dengan adanya fitur ini, kepedulian terhadap kesehatan individual meningkat. Selain itu peserta bisa mendeteksi penyakit degeneratif sedini mungkin. Terkait program baru ini, ia mengklaim, 124 FKTP yang terdiri dari 58 puskesmas, 48 dokter keluarga dan 10 klinik pratama siap memberikan pelayanan terbaik. “Kalau diketahui sedini mungkin, makan biaya berobat akan terkendali,” tambahnya.

Fatma menambahkan, aplikasi ini memudahkan peserta JKN-KIS mengetahui status kesehatan. Tenaga kesehatan juga akan lebih cepat dalam memberikan pelayanan kesehatan. “Sebelumnya kan manual. Pasien mengisi form riwayat kesehatan, lalu petugas yang meng-entry ke aplikasi Lupis BPJS. Untuk mengetahui hasilnya harus menunggu dulu. Nah sekarang dengan fitur ini peserta atau pasien langsung bisa mendapatkan hasilnya dan langsung mendapatkan tindak lanjut,” tambahnya. (put/ton)