SIDAK : Petugas Dinkes melakukan pemeriksaan terhadap jajanan di MIN Kalibuntu, Rabu (1/2) kemarin. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
SIDAK : Petugas Dinkes melakukan pemeriksaan terhadap jajanan di MIN Kalibuntu, Rabu (1/2) kemarin. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL—Jajanan anak yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan perwarna tekstil masih banyak dijumpai di Kendal. Hal itu terungkap dari temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal yang melakukan pemeriksaan terhadap makanan di sejumlah Kantin di Madarasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kalibuntu, Kendal.

Sedikitnya ada 20 jenis jajanan positif mengandung formalin dan bahan pewarna tekstil. Temuan Dinkes Kendal menjadi peringatan bagi para orang tua agar anak tidak jajan sembarangan. Lebih baik memberikan bekal makanan dari rumah yang lebih sehat dikonsumsi.

Menurut salah satu petugas Dinkes Kendal, Prihartini mengatakan bahwa pemeriksaan makanan di kantin MIN Kalibuntu dilakukan atas permintaan pihak sekolah. “Yakni, pihak MIN Kalibuntu yang menginginkan semua makanan yang dijual di lingkungan sekolah terjamin kesehatannya,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah, lanjut Prihartini, bersama orang tua siswa memang sudah berkomitmen menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya, dalam hal memilih makanan atau jajanan sekolah. “Apa makanan layak dibeli dan dikonsumsi atau tidak,” kata Prihartini.

Dari pemeriksaan makanan yang dijual di kantin sekolah, ditemukan 20 jenis makanan yang diduga positif memakai warna pakaian dan berformalin. 20 jenis makanan tersebut, dibawa oleh tim untuk dibawa ke laboratorium. “Kepastiannya bisa diumumkan sekitar 3 minggu mendatang. Tapi dari pengalaman kami melakukan pemeriksaan, 20 jenis makanan ini sangat besar kemungkinan mengandung pewarna pakaian dan formalin,” jelasnya.

Petugas pemeriksa lainnya dari Puskesmas Kendal, Aniek Eko Sulistyowati, mengakui bahwa jajanan di sekitar SD maupun TK di Kendal masih sangat rentan menggunakan bahan kimia berbahaya bagi tubuh. Makanya ia meminta agar para orang tua waspada dalam memilih jajanan yang sehat bagi anak.

“Sebab, secara kasat mata sudah terlihat. Makanan yang menggunakan pewarna pakaian terlihat cerah warnanya. Sedangkan yang menggunakan formalin tampak lebih kenyal. Jika menemukan makanan seperti itu, lebih baik dihindari,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala MIN Kalibuntu, Musyadad, mengatakan pemeriksaan makanan yang dijual di sekolah ini atas permintaan orang tua dan wali murid. “Para orang tua khawatir dengan kesehatan anaknya. Sebab, jika dibiarkan, ke depannya akan berdampak pada kesehatan anak,” tandasnya.

Jika hasil laboratorium dinyatakan positif mengandung formalin dan pewarna pakaian, pihaknya akan melarang kantin sekolah menjual makanan tersebut. Pihaknya akan meminta agar kantin menjual makanan yang sehat.

Musyadad mengaku, atas komitmen bersama antara pihak sekolah dan orang tua siswa, pihaknya akan memberlakukan kebiasaan pola hidup sehat ke semua siswa tanpa terkecuali. Salah satunya meminta kepada siswa, supaya pada hari-hari tertentu membawa bekal makanan dari rumah. “Yakni makanan yang memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna. Makanan yang dibawa, tidak harus makanan yang mewah. “Sayurnya bayam dan lauknya ikan asin, juga tidak apa tapi sehat,” tambahnya. (bud/ida)