136 TPS Rawan Konflik

3139
JANGAN GOLPUT: Ketua KPU Salatiga Putnawati menyampaikan paparan dalam dialog interaktif di Mapolres Salatiga, Rabu (1/2). (Joko.susanto@radarsemarang.com)
JANGAN GOLPUT: Ketua KPU Salatiga Putnawati menyampaikan paparan dalam dialog interaktif di Mapolres Salatiga, Rabu (1/2). (Joko.susanto@radarsemarang.com)

SALATIGA – Hampir sepertiga tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Salatiga dinilai rentan memunculkan masalah. Kota Salatiga menduduki menduduki urutan ke 2 kerawanan TPS di Jawa tengah, setelah Kabupaten Brebes. Panwaslu diminta mengawasi ketat proses pesta dekomrasi di Salatiga.

“Dari 386 TPS di Kota Salatiga, dari potret kami terdapat 136 TPS atau kurang lebih 36 persen rawan konflik dan kecurangan sehingga bisa berdampak pada ketidakbaikan dalam demokrasi,” tandas Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Teguh Purnomo saat menjadi nara sumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pungut Hitung dan Rekapilasi Hasil Pilwakot bagi Panwascam dan PPL di Salatiga, Rabu (1/2).

Dipaparkan Teguh, kerawanan ini terdiri persoalan data pemilih, logistik, politik uang dan materi serta kekhawatiran keterlibatan penyelenggara negara ikut bermain karena dua paslon berasal dari kalangan birokrasi.

Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga meminta seluruh masyarakat Salatiga agar menggunakan hak pilihnya atau tidak golput pada 15 Februari mendatang. “Saat ini tahap pemilu masih pada tahap kampanye dialogis, sehingga kecerdasan masyarakat dalam berpolitik jelas teruji. Tapi bagaimanapun kita harus saling menghormati sesama rekan walaupun beda pilihan,” kata Ketua KPU Salatiga Putnawati dalam acara Dialog Interaktif yang diadakan Polres Salatiga bersama sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi dan para lurah di Aula Pendopo Mapolres.

Wakapolres Salatiga Kompol Dyah Wuryaning Hapsari menyampaikan, meminta masyarakat untuk terus menjaga persatuan meski berbeda pilihan. Ia juga meminta semua masyarakat harus bisa cerdas dalam menyikapi semua permasalahan demi kelangsungan pembangunan Kota Salatiga. “Masa kampanye terbuka yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 hingga 10 Februari 2017, kemudian 11 Februari agenda debat terbuka yang direncanakan di Hotel Laras Asri, Salatiga,” sebutnya. (sas/jks/ton)