Sulit, Evakuasi Longsoran Tebing

486
BERSIHKAN MATERIAL: Alat berat diturunkan pasca bencana longsor yang sempat memutus akses jalan raya penghubung Kabupaten Magelang - Boyolali, kemarin. (Hanif.adi.prasetyo@radarkedu.com)
BERSIHKAN MATERIAL: Alat berat diturunkan pasca bencana longsor yang sempat memutus akses jalan raya penghubung Kabupaten Magelang - Boyolali, kemarin. (Hanif.adi.prasetyo@radarkedu.com)

MUNGKID-Bencana tanah longsor masih menghantui masyarakat Kabupaten Magelang. Hujan deras yang terjadi pada Senin siang (30/1) lalu, mengakibatkan sedikitnya lima titik longsor di Kecamatan Sawangan dan Pakis. Sisa material tanah dan batu yang mayoritas menutup akses jalan, baru bisa dievakuasi kemarin pagi.

Di Kecamatan Sawangan, longsor terjadi di dua titik di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo. Tebing ambrol akibat guyuran hujan, menggugurkan material setinggi 13 meter dan lebar 10 meter. Tidak jauh dari lokasi, tebing dengan ketinggian 20 meter dan lebar empat meter—tepat berada di atas jalan raya—juga terjadi longsor.

Kepala Desa Wonolelo, Marpomo, mengatakan, hujan deras terjadi sejak pukul 14.00 dan baru reda sekitar pukul 16.30. Namun, longsor baru terjadi pada malam hari.

”Akses kendaraan macet total dan tidak ada jalur alternatif. Warga tidak berani membersihkan karena kondisi gelap,” kata Kades Marpomo.

Warga dan relawan baru melakukan pembersihan sekitar pukul 05.30 kemarin. Proses evakuasi berlangsung sulit, karena warga menggunakan peralatan ala kadarnya. Guguran longsor berupa tanah bercampur bebatuan besar. Dua alat berat dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, baru diterjunkan sekitar pukul 10.30 untuk mempercepat proses evakuasi.

”Setelah dibantu alat berat, motor dan mobil baru bisa melintas. Tetapi masih diterapkan buka tutup jalan,” kata Kades Marpomo. Longsor juga menimpa dua titik wilayah tebing di Dusun Gintung, Desa Ketep. Salah satunya, terjadi tepat di sebelah kanan bekas tebing yang lebih dulu longsor pada Jumat (18/1) lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengakui telah memprediksi peristiwa tersebut. ”Saat proses evakuasi longsor dua pekan silam, kami menemukan retakan berbentuk tapal kuda yang kemudian longsor pada Senin malam,” tutur Edy.

Edy meminta masyarakat dan pengendara yang melintas di jalur penghubung Magelang – Boyolali untuk meningkatkan kewaspadaan. Baik saat terjadi maupun usai guyuran hujan. Sebab, pihaknya kembali menemukan retakan di sebelah kiri bekas longsoran, dengan retakan delapan meter dan kedalaman 30 sentimeter. Retakan yang dimaksud bahkan sudah ambles 50 sentimeter. ”Kalau sudah seperti itu, 80 persen sangat mungkin terjadi longsor susulan.”

Edy menyampaikan, pada saat bersamaan, longsor juga terjadi di Kecamatan Pakis. Tebing setinggi sepuluh meter longsor, dibarengi tumbangnya beberapa pohon. Kendati demikian, material longsor tidak sampai menutup jalur akses Sawangan-Pakis.

”Proses normalisasi badan jalan dari material longsor baru selesai siang. Kami berharap, masyarakat meningkatkan kewaspadaan utamanya hindari aktivitas di bawah tebing,” tegas Edy. (cr1/isk)