RAZIA: Alat peraga kampanye milik pasangan Agus-Dance dan Yaris ditertibkan karena melanggar aturan. (Joko.susanto@radarsemarang.com)
RAZIA: Alat peraga kampanye milik pasangan Agus-Dance dan Yaris ditertibkan karena melanggar aturan. (Joko.susanto@radarsemarang.com)

SALATIGA – Tim gabungan kembali menertibkan alat peraga kampanye (APK) seperti baliho, banner, spanduk dan stiker di 4 kecamatan yang melanggar aturan. Operasi penertiban oleh tim gabungan Satpol PP, KPU, Panwas, TNI, Polres, Dishub, Kesbangpol dan Bagian Perizinan Pemkot dilakukan selama 3 hari, mulai Senin (30/1) hingga Rabu (1/2).

Pada hari pertama, tim mencopot 1.369 APK milih pasangan calon Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) yang didominasi stiker. Sebanyak 403 APK milik pasangan calon Yulianto-Muh. Haris (Yaris) yang didominasi banner juga ditertibkan. Pada hari kedua, giliran 2.281 APK milik Rudi-Dance dan 529 APK Yaris yang dicopot. Hari ini tim gabungan masih akan keliling Kota Salatiga.

Anggota Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwas Kota Salatiga Agung Mursito mengatakan, Panitia Pengawas Lapangan (PPL) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) sudah mendata APK yang melanggar.

APK dinilai melanggar diantaranya karena dipasang di pohon, tiang listrik, sekolah, tempat ibadah dan menyalahi ketentuan jumlah maupun pemasangannya. “Atas pelanggaran tersebut, kami langsung merekomendasikan kepada KPU Salatiga agar ditertibkan,” kata Agung, Selasa (31/1).

Sebelum ditertibkan, KPU sudah memberikan surat peringatan kepada tim kampanye masing-masing paslon agar menurunkan APK sendiri. Mereka diberi tenggang waktu 1 x 24 jam. Jika tidak dicopot, maka KPU bersama tim penertiban yang turun tangan. “Total sudah ada ribuan alat peraga kampanye dari berbagai jenis yang diturunkan dan diamankan. Sebagian besar adalah stiker, kemudian banner,” sebutnya.

Anggota Divisi Perencanaan Data KPU Kota Salatiga, Syaemuri Albab menyatakan, KPU merupakan bagian dari Tim Penertiban APK yang dibentuk sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali). “Panwas merekomendasikan ke KPU terkait pelanggaran alat peraga kampanye. Kemudian dari surat rekomendasi pelanggaran APK itu, kami bersama tim melakukan penertiban,” kata Syaemuri singkat. (jks/ton)