Proyek Tanggul Laut Ditumpangi Tol

669

”Beberapa waktu lalu, kami mendampingi Bupati Demak untuk presentasi tanggul laut di depan Menteri PUPR. Ternyata desain yang sudah kami buat, akan dipakai.” Prasetyo Budhie Yuwono, Kepala Dinas PUSDAPA Jateng

SEMARANG – Proyek tanggul laut yang awalnya akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Penataan Air (PUSDAPA) Jateng, rencananya akan diambil alih pemerintah pusat. Sebab, tanggul sepanjang 18 km yang membentang dari Semarang Timur hingga Demak ini akan ditumpangi jalan tol.

Kepala Dinas PUSDAPA Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono menjelaskan, jika tanggul laut dijadikan satu dengan jalan tol Semarang-Demak, otomatis proyek tersebut akan ditangani pemerintah pusat. ”Kami malah suka karena tidak ada beban lagi,” ucapnya, Selasa (31/1).

Meski sudah melepas proyek tanggul laut, pihaknya tidak berhenti begitu saja. Pihaknya masih memiliki tanggungan terkait proyek tersebut. Yaitu membuat sistem drainase berupa polder yang akan dibangun di belakang tanggul agar tidak ada air laut yang terjebak di daratan.

Terkait desain, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggunakan detailed engineering design (DED) yang sudah dirancang Dinas PUSDAPA Jateng, 2016 silam. ”Beberapa waktu lalu, kami mendampingi Bupati Demak untuk presentasi tanggul laut di depan Menteri PUPR. Ternyata desain yang sudah kami buat, akan dipakai,” jelasnya.

Dijelaskan, desain yang dipresentasikan tersebut murni tanggul laut saja. Bukan desain yang sudah jadi satu dengan jalan tol. Gambarannya, tanggul laut dibagi menjadi dua bagian. Pertama sepanjang 3 km dari muara Sungai Tenggang hingga Sungai Seringin. Yang kedua, 15 km dari muara Sungai Babon hingga Sungai Jajar.

”Fungsinya untuk mencegah air laut masuk ke daratan. Rencananya akan kami mulai bangun 2017 ini. Tapi setelah ada wacana mau bikin tol sekalian, ya kami menunggu kepastiannya dulu,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl setuju jika tanggul laut dijadikan satu dengan jalan tol. Ada banyak keuntungan jika wacana tersebut terealisasi.

Pertama, anggaran pembangunan akan ditanggung pemerintah pusat. Kedua, proyek tersebut boleh dibilang 2 in 1. Sebagai penangkal banjir rob, sekaligus mengurai kepadatan jalan yang selama ini selalu terjadi sepanjang Terminal Terboyo-Sayung. ”Kami akan mendorong pemerintah untuk mempercepat proyek ini. Soalnya sangat penting untuk mengatasi rob dan kemacetan,” ucapnya.

Rencananya, jalan tol di atas tanggul laut itu harus membebaskan lahan seluas 1,897 juta meter persegi di wilayah Semarang dan Demak. Untuk Kota Semarang di antaranya meliputi Kelurahan Terboyo Wetan, Terboyo Kulon dan Trimulyo. Sementara Kabupaten Demak meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Sayung (Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Sidogemah, Sayung, Loireng, Tambakroto), Kecamatan Karang Tengah (Desa Batu, Wonokerto, Kedunguter, Dukun, Karangsari, Pulosari, Grogol), Kecamatan Wonosalam (Desa Karangrejo, Wonosalam, Kendaldoyong), dan Kecamatan Demak (Kelurahan Kadilangu).

Ada juga pergeseran lokasi, yaitu dari jalur lanjutan tol Semarang yang sebelumnya dekat SPBU Jalan Kaligawe bergeser ke utara lagi. ”Di Demak, posisi jalan tol nantinya di utara objek wisata Pantai Morosari, sehingga akan ada banyak lahan yang dulu hilang terkena abrasi akan terselamatkan,” terangnya. (amh/ric/ce1)