Omzet Pelaku Bisnis Merosot

Pasca Pemberlakuan Jalan Satu Arah

1641
RAMBU LARANGAN: Jalan Gajahmada Semarang yang mulai hari ini akan diberlakukan jalan searah dari Simpang Lima menuju Jalan Pemuda. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
RAMBU LARANGAN: Jalan Gajahmada Semarang yang mulai hari ini akan diberlakukan jalan searah dari Simpang Lima menuju Jalan Pemuda. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG – Pemberlakuan sistem jalan satu arah di sejumlah titik di Kota Semarang dinilai merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas di jalan protokol. Tetapi di sisi lain, ternyata berdampak bagi para pelaku bisnis maupun pedagang kaki lima (PKL) yang berada di jalan satu arah. Para pelaku bisnis mengaku omzetnya merosot tiga kali lipat.

”Jalur satu arah sangat memengaruhi omzet. Bahkan omzet jualan saya menurun tiga kali lipat dari sebelumnya saat belum diberlakukan jalan satu arah,” kata pedagang tempe penyet di Jalan Veteran Semarang, Santo, 40, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (31/1).

Praktis, keadaan itu membuat dia pusing tujuh keliling. Sebab, menu dagangan hampir setiap hari tersisa, karena berkurangnya pembeli. ”Biasanya (sebelum diberlakukan jalur satu arah) pukul 21.00 sudah habis, tetapi saat ini hingga pukul 01.00 dagangan masih banyak. Omzet rata-rata sebelumnya Rp 600 ribu, saat ini hanya Rp 200 ribu,” keluhnya.

Menurutnya, dampak pemberlakuan jalur satu arah sangat terasa hebat. Sebab, di Jalan Veteran misalnya, kendaraan semuanya berasal dari arah timur.

”Padahal pelanggan saya rata-rata tinggal di arah barat. Jika hendak ke sini harus memutar sangat jauh, yakni lewat Simpang Lima. Baru memutar ke arah Jalan Veteran. Apalagi kendaraan yang lewat sini rata-rata melaju kencang. Sehingga sangat jarang yang berhenti untuk jajan,” katanya.

Keluhan yang sama dirasakan pemilik salah satu kafe di Jalan Veteran, AHM. Sejak diberlakukan jalan satu arah, pengunjung kafe menjadi sepi. ”Ya, sangat berkurang Mas. Mungkin karena akses menuju Jalan Veteran yang harus memutar sangat jauh, otomatis ini membuat pengunjung malas, karena jarak tempuh menjadi sangat jauh. Boros bensin juga,” ujar AHM pasrah.

Anto, 38, salah satu pegawai perkantoran di Jalan Veteran memandang lain. Ia menilai saat ini, Jalan Veteran lancar dan tidak tersumbat. Namun yang disayangkan, sejak Jalan Veteran diberlakukan sistem satu arah, tidak diikuti dengan penataan parkir.

”Sebab, sejak pagi hingga malam, di tepi Jalan Veteran berderet mobil parkir. Seharusnya itu ditertibkan, jangan ada parkir mobil di tepi jalan. Selain itu, para pengandara pada ngebut semua, sehingga jalan ini terlihat sangat sadis,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Tri Wibowo, mengatakan, Rabu (1/2) hari ini, tiga ruas jalan akan kembali diberlakukan satu arah. Ketiga jalan tersebut, yakni Jalan KH Ahmad Dahlan dari Simpang Lima menuju Kampung Kali; Jalan Gajahmada dari Simpang Lima menuju Jalan Pemuda, serta Jalan MH Thamrin dari arah Jalan Pemuda menuju Jalan Pandanaran.

Ini merupakan tahap ketiga, setelah diberlakukan jalur satu arah di Jalan MT Haryono mulai depan RM Nglaras Rasa hingga perempatan Bangkong; Jalan Menteri Supeno, Jalan Veteran dan Jalan Dr Kariadi. Pihaknya mengaku akan terus melakukan evaluasi atas kebijakan pemberlakuan jalan satu arah tersebut.

”Berdasarkan evaluasi, baik di Jalan MT Haryono mulai depan RM Nglaras Rasa hingga perempatan Bangkong; Jalan Menteri Supeno, Jalan Veteran dan Jalan Dr Kariadi, pengaruh positifnya cukup kelihatan. Di antaranya jalur yang sebelumnya tersumbat, setelah kami buka menjadi satu arah, sekarang menjadi lancar,” kata Tri Wibowo.

Dikatakannya, diberlakukannya jalur satu arah tersebut pengaruhnya mampu menampung banyak kendaraan yang melintas. ”Bisa dilihatlah, misalnya di Jalan Veteran, dulunya hanya dua lajur, sekarang (satu arah) bisa menjadi empat lajur. Sehingga mampu menampung jumlah kendaraan cukup banyak. Dulunya banyak kendaraan berbelok, sekarang tidak. Sehingga arus kendaraan menjadi lancar,” klaimnya.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk melakukan pemberlakuan tahap selanjutnya. Saat ini, di Jalan KH Ahmad Dahlan dari Simpang Lima menuju Kampung Kali; Jalan Gajahmada dari Simpang Lima menuju Jalan Pemuda, serta Jalan MH Thamrin dari arah Jalan Pemuda menuju Jalan Pandanaran, semuanya telah terpasang rambu-rambu. ”Kami telah melakukan sosialisasi, baik melalui media sosial, media cetak, elektronik dan lain-lain,” katanya.

Menurutnya, kalaupun ada masyarakat yang kaget itu merupakan hal wajar, karena belum terbiasa atas adanya perubahan pola. Tetapi semua membutuhkan tahapan-tahapan. Sehingga masyarakat untuk mempraktikkan jalur satu arah ini membutuhkan penyesuaian.

”Saya yakin, perubahan pola ini nantinya akan menjadi biasa. Kalaupun ada pengendara kaget ataupun kebingungan itu hal wajar, karena belum terbiasa. Biasanya boleh belok kok sekarang tidak. Saya yakin nantinya kedisiplinan pengendara akan terbentuk,” ujarnya.

Lebih lanjut Tri Wibowo mengatakan, jika perubahan pola tersebut telah terbentuk, maka pihaknya selanjutnya akan melakukan peringatan-peringatan kepada pengendara yang melanggar. ”Termasuk penataan parkir di tepi jalan. Ini permasalahan-permasalahan yang harus ditata. Parkir mobil di tepi jalan akan kami tata, tapi bertahap,” katanya.

Menurut dia, diperkirakan perlu penyesuaian kurang lebih 1 bulan, baru para pengendara akan familier.

”Secara keseluruhan kira-kira butuh satu tahun secara terpola. Parkir akan kami atur, mana yang boleh digunakan parkir, mana yang tidak boleh digunakan parkir, nanti kami lakukan penataan. Kami akan berikan peringatan. Kalau tetap bandel, nanti kami gembok, kalau perlu kami kempesin bannya,” tegasnya.

Selain itu, pemberlakuan sistem jalur satu arah ini akan diikuti perubahan jalur angkutan umum, baik angkutan kota (angkot) maupun Bus Rapid Transit (BRT). Terutama di Jalan MH Thamrin dan Jalan Gajahmada. ”Tetapi akan kami arahkan dulu. Kami imbau agar melewati sana. Setelah itu baru kami tetapkan,” katanya.

Rute jalur angkot maupun BRT yang berubah adalah rute Peterongan-Johar, Sampangan-Johar, dan Mangkang-Johar. Di antaranya rute tersebut disiapkan untuk melintasi Jalan Gajahmada dan Jalan MH Thamrin. Sementara untuk Jalan Ahmad Dahlan tidak dilalui angkot. (amu/aro/ce1)