Konsumsi LPG Non-Subsidi Meningkat

1378
KESADARAN MASYARAKAT: LPG non-subsidi jenis bright gas, makin diminati konsumen, seiring dengan sosialisasi yang terus menerus serta kesadaran masyarakat. (Nurchamim@radarsemarang.com)
KESADARAN MASYARAKAT: LPG non-subsidi jenis bright gas, makin diminati konsumen, seiring dengan sosialisasi yang terus menerus serta kesadaran masyarakat. (Nurchamim@radarsemarang.com)

SEMARANG – Konsumsi LPG (Liquefied Petroleum Gas) non-subsidi terus meningkat. Hal ini seiring dengan digiatkannya berbagai program untuk mengarahkan LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

Area Manager Comm. & Relations Pertamina Jawa Bagian Tengah, Suyanto mengatakan, konsumsi LPG non-subsidi Bright Gas 5,5 kilogram pada awal Januari tahun ini naik 67 persen bila dibanding konsumsi November tahun lalu. Yaitu dari 9 Metrik Ton (MT) pada November tahun lalu menjadi 15 Metrik Ton (MT) pada Januari. Kemudian LPG 12 Kg naik 4 persen. Yaitu dari 198 Metrik Ton (MT) pada November tahun lalu menjadi 206 Metrik Ton pada Januari tahun ini.

Namun LPG 3 kg yang merupakan bahan bakar bersubsidi juga mengalami kenaikan sebesar 3 persen. Yaitu 3,319 Metrik Ton (MT) pada November tahun lalu, menjadi 3,225 Metrik Ton (MT) pada Januari tahun ini. “Konsumsi LPG subsidi juga mengalami kenaikan, tapi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai hingga 15 persen. Peningkatan tersebut dapat diredam oleh mulai beralihnya masyarakat ke LPG non-subsidi atau distribusi subsidi lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, tak lepas dari kesadaran masyarakat serta kerjasama sejumlah instansi yang turut menyosialisasikan penggunaan LPG subsidi tetap sasaran. Di antaranya Deklarasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menggunakan LPG non-subsidi. “Gerakan tersebut telah dilaksanakan di 15 kabupaten/kota yang berada di wilayah Jateng & DIY,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak konversi 2007 lalu, pemerintah dan Pertamina telah berupaya sebaik mungkin dalam mendistribusikan LPG 3 kg, termasuk dalam memastikan bahwa varian LPG ini dapat tersalurkan kepada khalayak yang tepat.

Bersama-sama dengan Kementerian ESDM, Pertamina telah melakukan serangkaian program dalam mengatur besaran volume dan subsidi LPG 3 di antaranya sistem monitoring LPG 3 kg tersebut, rayonisasi pendistribusian LPG dan peningkatan pengawasan pendistribusian LPG 3 kg melalui pengawasan penyaluran di sub-penyalur (pangkalan). (dna/smu)