LIHAT MAKET: Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu dan Rektor UIN Walisongo Prof Muhibbin melihat maket gedung kuliah baru yang dibangun di kampus III. (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)
LIHAT MAKET: Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu dan Rektor UIN Walisongo Prof Muhibbin melihat maket gedung kuliah baru yang dibangun di kampus III. (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)

SEMARANG – Usulan tentang standardisasi khatib atau penceramah salat Jumat yang saat ini merebak, ditanggapi positif oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin. Pasalnya di tengah-tengah masyarakat saat ini banyak ditemukan ceramah yang tidak sesuai esensi dan malah menyebar kebencian.

Lukman mengatakan standardisasi khatib saat salat Jumat bukanlah ide baru dari kementerian. Namun datang dari aspirasi sejumlah tokoh dan masyarakat yang ingin pemerintah ikut serta dalam menjamin kualitas ceramah Jumat. ”Ini bukan ide dari Kemenag, tapi merupakan respons dari aspirasi umat Islam sendiri yang masyarakat ingin pemerintah ikut hadir untuk menjaga kualitas khotbah Jumat,” katanya saat peresmian gedung kuliah dan wisuda sarjana ke-70 di Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan jika khotbah Jumat merupakan salah satu rukun dari salat Jumat. Isi khotbah lanjut dia seharusnya menyampaikan rukun Islam, mengajak bertakwa dan lain sebagainya. Namun kadang ditemui beberapa khatib yang isi khotbahnya malah berpotensi menimbulkan kebencian dan disintegrasi. ”Karena merupakan satu kesatuan, jadi harus dijaga kualitasnya terkait syarat ataupun rukunnya. Bukan malah mencaci, mencela atau menyalahkan,” bebernya.

Masukan tersebut, lanjut Lukman datang dari organisasi Islam seperti MUI, Fakultas Dakwah dan organisasi profesi dai yang menginginkan ada kebutuhan batas minimal kompetensi yang dimiliki khatib. Dia menegaskan hal itu bukanlah bentuk intervensi.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman juga memberikan kuliah umum kepada 750 wisudawan ke-70. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, dan beberapa pejabat Pemprov Jateng.

Sementara itu Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin menyatakan bangga kepada wisudawan yang telah mengukir prestasi. Lebih jauh, ia berharap agar lulusan UIN bisa memberikan dakwah yang penuh damai dan menjadi lulusan yang berguna serta bisa bersaing di dunia kerja. (den/ric/ce1)