Khotbah Jumat Bukan untuk Mencela

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Usulan tentang standardisasi khatib atau penceramah salat Jumat yang saat ini merebak, ditanggapi positif oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin. Pasalnya di tengah-tengah masyarakat saat ini banyak ditemukan ceramah yang tidak sesuai esensi dan malah menyebar kebencian.

Lukman mengatakan standardisasi khatib saat salat Jumat bukanlah ide baru dari kementerian. Namun datang dari aspirasi sejumlah tokoh dan masyarakat yang ingin pemerintah ikut serta dalam menjamin kualitas ceramah Jumat. ”Ini bukan ide dari Kemenag, tapi merupakan respons dari aspirasi umat Islam sendiri yang masyarakat ingin pemerintah ikut hadir untuk menjaga kualitas khotbah Jumat,” katanya saat peresmian gedung kuliah dan wisuda sarjana ke-70 di Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan jika khotbah Jumat merupakan salah satu rukun dari salat Jumat. Isi khotbah lanjut dia seharusnya menyampaikan rukun Islam, mengajak bertakwa dan lain sebagainya. Namun kadang ditemui beberapa khatib yang isi khotbahnya malah berpotensi menimbulkan kebencian dan disintegrasi. ”Karena merupakan satu kesatuan, jadi harus dijaga kualitasnya terkait syarat ataupun rukunnya. Bukan malah mencaci, mencela atau menyalahkan,” bebernya.

Masukan tersebut, lanjut Lukman datang dari organisasi Islam seperti MUI, Fakultas Dakwah dan organisasi profesi dai yang menginginkan ada kebutuhan batas minimal kompetensi yang dimiliki khatib. Dia menegaskan hal itu bukanlah bentuk intervensi.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman juga memberikan kuliah umum kepada 750 wisudawan ke-70. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, dan beberapa pejabat Pemprov Jateng.

Sementara itu Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin menyatakan bangga kepada wisudawan yang telah mengukir prestasi. Lebih jauh, ia berharap agar lulusan UIN bisa memberikan dakwah yang penuh damai dan menjadi lulusan yang berguna serta bisa bersaing di dunia kerja. (den/ric/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -