33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Kapal Bantuan Gubernur Dibiarkan Mangkrak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BATANG–Nasib dua kapal wisata Sigandu milik Pemkab Batang, sudah berbulan-bulan mangkrak di dermaga. Kedua kapal yang merupakan bantuan dari Gubernur Jawa Tengah tersebut terbengkalai. Padahal, dulu kedua kapal tersebut digadang-gadang untuk memajukan wisata Pantai Sigandu.

Dua kapal wisata berdaya angkut puluhan orang itu harganya mencapai miliaran rupiah. Namun kondisinya saat ini tampak berkarat seperti tumpukan besi tua di dermaga kecil Pantai Sigandu Kabupaten Batang. Kapal wisata itu tidak lagi memberikan kontribusi apapun bagi wisata Batang.

“Kondisinya saat ini rusak berat, sama sekali tak dipakai. Mesin kapalnya sudah diamankan di kantor pengelolaan. Kami potong mesin kapal tersebut, sehingga tinggal bodinya saja yang nangkring di atas dermaga. Entah ke depan mau diapakan,” ujar pengelola Pantai Sigandu dan Ujungnegoro, Sukirjo.

Dikatakannya, kedua kapal wisata bantuan Gubernur Jateng tahun 2008 tersebut seharga Rp 1,5 miliar. Bahkan, kondisi kedua kapal Sigandu I dan Sigandu II sebelum dilakukan pengangkatan ke darat, sempat dibiarkan bersandar di pinggir pantai hingga nyaris tenggelam.

“Dulu kedua kapal bisa dioperasionalkan. Tapi, BBM untuk kedua kapal tersebut terlalu mahal. Padahal, tarif penumpang hanya Rp 25 ribu/penumpang untuk berkeliling Sigandu sampai Ujungnegoro. Ternyata hal itu tidak cucuk alias merugi. Pasalnya, sekali angkut, kapal menggunakan daya dua mesin dan menghidupkan AC yang juga otomatis menyedot penggunaan BBM,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Batang Drs H Nasikhin MH didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bambang Suriyanto SH, mengatakan jika pihaknya akan segera mengkaji untuk membahas nasib kedua kapal wisata yang telah lama mangkrak itu.

“Masih kami kaji nasib kedua kapal wisata yang ada di Pantai Sigandu. Masalahnya, untuk biaya operasionalnya itu sangat mahal, padahal kedua kapal tersebut merupakan bantuan dari Provinsi. Ke depan, apakah akan dihapus atau dibelikan yang lebih efisien lagi, nanti kami kaji,” tutur Bambang Supriyanto. (mg20/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ambulans Si Cepat Hanya Melayani Kegawatdaruratan

SEMARANG - Program gratis ”Ambulans Si Cepat” yang di-launching pada 4 Januari 2017, merupakan upaya Pemkot Semarang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Hingga saat ini...

Sewa Stadion Terlalu Mahal

MAGELANG – Sewa lapangan sepak bola di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang dinilai terlalu mahal. Minat masyarakat untuk menyewa sangat minim. Selama 3 bulan di...

Berawal dari Hobi, Kini Hasilnya Diekspor ke Luar Negeri

RADARSEMARANG.COM - Berawal dari hobi, kini jadi ladang rezeki. Setidaknya itu yang dirasakan pasangan suami istri, Ari Sudibyo dan Eni Astri. Keduanya sukses membudidayakan...

Menggagas Anak Inklusi Bersekolah di Umum

RADARSEMARANG.COM - SIAPA yang ingin mempunyai anak berkebutuhan khusus? Seakan banyak orang tua merasa kecewa dengan kehadiran buah hati yang ternyata adalah anak yang...

Kisah Para Pramuka Sepanjang Usia

Para lanjut usia (lansia) ini tetap setia dengan pramuka. Meski usianya sudah uzur, mereka masih tampak gagah mengenakan seragam khas pramuka: baju coklat muda...

Tolak Balak, Seniman Gelar Ritual di Progo

MUNGKID—Sejumlah seniman Kabupaten Magelang kemarin menggelar ritual tolak balak di Sungai Progo. Kegiatan yang berbarengan dengan HUT ke-33 Kota Mungkid, untuk mengingatkan bahwa sungai...