Ratusan Buruh PT BIG Tuntut Hak

4195
TUNTUT HAK : Ratusan buruh PT BIG yang berunjuk rasa di pintu masuk pabrik, kemarin. (Eko.wahyu.budiyanto@radarsemarang.com)
TUNTUT HAK : Ratusan buruh PT BIG yang berunjuk rasa di pintu masuk pabrik, kemarin. (Eko.wahyu.budiyanto@radarsemarang.com)

UNGARAN-Ratusan buruh dari PT Berkah Indo Garment (BIG) berunjuk rasa di depan pintu masuk pabrik tepatnya di Jalan Soekarno Hatta Km 30 Nomor 55, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Senin (30/1) kemarin. Mereka menuntut pembayaran upah lembur selama bekerja dan pesangon bagi buruh yang terkena PHK. “Sudah tiga tahun ini atau sejak saya kerja, lembur tidak ada hitungannya,” tutur salahsatu pekerja serta ikut aksi unjuk rasa, Sugiyanto, 32.

Ketua Serikat Pekerja PT BIG, Suharyanto mengatakan uang lembur dari para pekerja yang belum dibayarkan, masing-masing besarannya beda. Sebab masa kerja dari tiap pekerja juga berbeda. Yang pasti, setiap harinya para pekerja dibebani oleh perusahaan untuk bekerja tiga jam tambahan dari semestinya. “Rata-rata kami sudah bekerja lebih dari tiga tahun. Kalau dihitung, ada sekitar 20 sampai 30 jutaan uang lembur per bulan yang tidak dibayarkan perusahaan. Kami diminta lembur mulai pukul 18.00 sampai 21.00,” katanya.

Unjuk rasa dilakukan dengan menggelar orasi bergantian. Sejumlah poster dan spanduk bertuliskan nada kecaman perusahaan juga dibawa. Petugas dari Polres Semarang juga berupaya menghindarkan kemacetan dengan meminta pengguna jalan tidak berhenti di pinggir jalan, depan pabrik. Selain tuntutan pembayaran uang lembur, para buruh juga meminta manajemen BIG dan PT Matrix Indo Global (MIG) memberikan pesangon ke seluruh karyawan.

Diketahui MIG dinyatakan dalam kondisi pailit dan perusahaan diakuisisi oleh BIG dalam setahun terakhir. Dengan peralihan pengelolaan tersebut maka hak-hak pekerja menjadi tanggung jawab BIG.

Tuntutan lain adalah meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan DPRD Kabupaten Semarang meninjau kembali seluruh perizinan perusahaan lantaran proses kepailitan diduga mengandung unsur kejahatan korporasi. “Kami juga minta semua pekerja diangkat menjadi karyawan tetap,” katanya.

Aksi protes berlanjut ke DPRD Kabupaten Semarang. Para buruh diterima langsung oleh Ketua Komisi D Resa Hariwibowo. Dalam kesempatan tersebut, Resa meminta perusahaan memenuhi hak-hak normatif karyawan sesuai aturan yang berlaku. “DPRD juga meminta Disnaker memfasilitasi keduabelah pihak serta mengawasi kesepakatan yang ada,” katanya.

Merasa belum puas, ratusan buruh melanjutkan aksinya ke Kantor Disnaker di kawasan Alun-alun Lama Ungaran. Aksi long march mulai dari pabrik – DPRD – Kantor Disnaker ini sempat menyendatkan arus kendaraan dari Bawen menuju Kota Semarang. Di Kantor Disnaker, perwakilan buruh dan kurator dari perusahaan akhirnya bertemu untuk membahas tuntutan yang ada.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup di lantai dua Disnaker. Kepala Disnaker Kabupaten Semarang Soemardjito mengatakan pihaknya sudah meminta kepada pihak perusahaan untuk memberikan hak para pekerja. “Seperti uang lembur dan pesangon,” katanya.

Karena masalah lembur tersebut tentu sudah ada kesepakatan sebelumnya. “Untuk masalah status pekerja, kami meminta perusahaan melaksanakan ketentuan yang ada. Bahwa setelah dua tahun kontrak pertama dan setahun kontrak kedua, harus ada kejelasan status,” tegas.

Tidak ada jawaban dari perusahaan atas tuntutan para pekerja tersebut. Pihak manajemen BIG menutup diri saat sejumlah awak media berusaha melakukan konfirmasi. (ewb/ida)