33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

Ratusan Buruh PT BIG Tuntut Hak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN-Ratusan buruh dari PT Berkah Indo Garment (BIG) berunjuk rasa di depan pintu masuk pabrik tepatnya di Jalan Soekarno Hatta Km 30 Nomor 55, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Senin (30/1) kemarin. Mereka menuntut pembayaran upah lembur selama bekerja dan pesangon bagi buruh yang terkena PHK. “Sudah tiga tahun ini atau sejak saya kerja, lembur tidak ada hitungannya,” tutur salahsatu pekerja serta ikut aksi unjuk rasa, Sugiyanto, 32.

Ketua Serikat Pekerja PT BIG, Suharyanto mengatakan uang lembur dari para pekerja yang belum dibayarkan, masing-masing besarannya beda. Sebab masa kerja dari tiap pekerja juga berbeda. Yang pasti, setiap harinya para pekerja dibebani oleh perusahaan untuk bekerja tiga jam tambahan dari semestinya. “Rata-rata kami sudah bekerja lebih dari tiga tahun. Kalau dihitung, ada sekitar 20 sampai 30 jutaan uang lembur per bulan yang tidak dibayarkan perusahaan. Kami diminta lembur mulai pukul 18.00 sampai 21.00,” katanya.

Unjuk rasa dilakukan dengan menggelar orasi bergantian. Sejumlah poster dan spanduk bertuliskan nada kecaman perusahaan juga dibawa. Petugas dari Polres Semarang juga berupaya menghindarkan kemacetan dengan meminta pengguna jalan tidak berhenti di pinggir jalan, depan pabrik. Selain tuntutan pembayaran uang lembur, para buruh juga meminta manajemen BIG dan PT Matrix Indo Global (MIG) memberikan pesangon ke seluruh karyawan.

Diketahui MIG dinyatakan dalam kondisi pailit dan perusahaan diakuisisi oleh BIG dalam setahun terakhir. Dengan peralihan pengelolaan tersebut maka hak-hak pekerja menjadi tanggung jawab BIG.

Tuntutan lain adalah meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan DPRD Kabupaten Semarang meninjau kembali seluruh perizinan perusahaan lantaran proses kepailitan diduga mengandung unsur kejahatan korporasi. “Kami juga minta semua pekerja diangkat menjadi karyawan tetap,” katanya.

Aksi protes berlanjut ke DPRD Kabupaten Semarang. Para buruh diterima langsung oleh Ketua Komisi D Resa Hariwibowo. Dalam kesempatan tersebut, Resa meminta perusahaan memenuhi hak-hak normatif karyawan sesuai aturan yang berlaku. “DPRD juga meminta Disnaker memfasilitasi keduabelah pihak serta mengawasi kesepakatan yang ada,” katanya.

Merasa belum puas, ratusan buruh melanjutkan aksinya ke Kantor Disnaker di kawasan Alun-alun Lama Ungaran. Aksi long march mulai dari pabrik – DPRD – Kantor Disnaker ini sempat menyendatkan arus kendaraan dari Bawen menuju Kota Semarang. Di Kantor Disnaker, perwakilan buruh dan kurator dari perusahaan akhirnya bertemu untuk membahas tuntutan yang ada.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup di lantai dua Disnaker. Kepala Disnaker Kabupaten Semarang Soemardjito mengatakan pihaknya sudah meminta kepada pihak perusahaan untuk memberikan hak para pekerja. “Seperti uang lembur dan pesangon,” katanya.

Karena masalah lembur tersebut tentu sudah ada kesepakatan sebelumnya. “Untuk masalah status pekerja, kami meminta perusahaan melaksanakan ketentuan yang ada. Bahwa setelah dua tahun kontrak pertama dan setahun kontrak kedua, harus ada kejelasan status,” tegas.

Tidak ada jawaban dari perusahaan atas tuntutan para pekerja tersebut. Pihak manajemen BIG menutup diri saat sejumlah awak media berusaha melakukan konfirmasi. (ewb/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

OMB UKSW, Bakti UKSW, Peduli dan Berbagi

SALATIGA - “Bakti UKSW, Peduli dan Berbagi” menjadi kegiatan utama mahasiswa baru Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) peserta Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2017, Jumat...

Pabrik Viar Jadi Contoh Penerapan SNI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Tirangle Motorindo menjadi pabrik percontohan dari Badan Standarisasi Nasional (BSN). Percontohan ini diberikan karena pabrik tersebut menerapkan Standar Nasional Indonesia...

Jual Obat Mercon, Lebaran di Bui

MAGELANG – Meski sudah dilarang, Nur Irwan, 51, seorang kakek asal Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang nekat meracik dan menjual obat mercon/petasan di...

Ratusan Rumah Warga Mangkang Terendam

SEMARANG-Ratusan rumah warga di Kelurahan Mangkang Wetan terendam banjir, Rabu petang (22/11) kemarin. Banjir kali ini akibat jebolnya tanggul Kali Beringin sepanjang 15 meter,...

Sembilan Pasar Hewan Disterilkan

TEMANGGUNG- Dinas Perikanan dan Peternakan (Disperikan) Kabupaten Temanggung melakukan sterilisasi atau pembersihan di pasar hewan sebagai antisipasi penyebaran penyakit antraks. Sedikitnya ada sembilan pasar...

PKS akan Ikut Usung Sudirman

SEMARANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana bergabung dengan Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mengusung mantan Menteri ESDM, Sudirman Said dalam...