Pedagang Pasar Gladak Bertahan di Lapak Darurat

729
SEMRAWUT : Lapak darurat pedagang Pasar Gladak menyebabkan kemacetan di Jalan Kaliwungu-Boja setiap pagi. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
SEMRAWUT : Lapak darurat pedagang Pasar Gladak menyebabkan kemacetan di Jalan Kaliwungu-Boja setiap pagi. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL—Pembangunan Pasar Gladak, Kaliwungu telah rampung dikerjakan sejak akhir Desember tahun lalu. Namun hingga kini, para pedagang masih menempati lapak-lapak pengungsian. Yakni lapak sementara yang berada di sepanjang Jalan Gladak. Praktis, jalur Kaliwungu-Boja semrawut setiap paginya.

Kesan semrawut, karena para pedagang dan pembeli berjubal di jalanan. Bahkan tak sedikit, para pembeli yang mencari praktis, membeli belanjaan dengan tetap mengendarai motor atau memarkirkan kendaraannya di depan lapak tempat berbelanja. Hal tersebut tentu saja menghambat arus lalu lintas.

Sarjono, 43, seorang pengunjung Pasar Gladak mengatakan bahwa bangunan pasar sudah selesai sejak akhir Desember. Sebagian kecil pedagang sudah menempati lapak. “Tapi belum seluruhnya, masih banyak pedagang yang berjualan di lapak darurat yang berada ditepi jalan,” katanya, Senin (30/1) kemarin.

Karena lapak bersifat sementara, pengelolaan sampahpun tak maksimal. Alhasil, menimbulkan kesan kumuh di sepanjang jalur pantura Kendal. Apalagi saat musim hujan seperti ini, sampah yang menumpuk di tepi jalan menimbulkan bau tak sedap. “Selain itu jalan macet karena lapaknya di sisi jalan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Syukron Samsul Hadi mengakui memang banyak pedagang yang belum menampati lapak dalam pasar. Hal itu karena, sesudah selesai direnovasi, hingga kini belum ada serah terima hasil pekerjaan dari pihak rekanan.

“Kami belum menerima, kecuali sudah diterimakan kami, bisa memaksa pedagang untuk masuk ke dalam pasar. Diperkirakan para pedagang bisa kembali ke pasar pada Februari mendatang,” tandasnya.

Terkait dengan para pedagang yang berjualan di teras-teras pasar, Syukron mengatakan akan ditata supaya pasar terlihat teratur. Renovasi dilakukan supaya kondisi pasar terlihat bersih dan tertata. Sehingga para pedagang yang berjualan di teras-teras los pasar juga harus ditata.

Untuk papan dan kayu bekas lapak sementara, akan diupayakan supaya diberikan kepada para pedagang. Sehingga bisa digunakan membenahi los di pasar. “Perlu ditata kembali dan mudah-mudahan para pedagang juga mau ditertibkan,” tuturnya.

Camat Kaliwungu, Dwi Cahyono menambahkan untuk tempat pembuangan sampah yang menumpuk di tepi jalan depan pasar, nantinya juga akan dibenahi setelah renovasi pasar selesai dan para pedagang sudah kembali lagi ke pasar.

Menumpuknya sampah tersebut sebenarnya sudah berusaha diatasi dengan menambah armada pengangkut sampah yaitu motor boks roda tiga. Namun ternyata belum juga mampu mengangkut semua sampah. Pasalnya, masih banyak warga yang membuang sampah di tempat tersebut, sehingga sampah-sampah terus ada. (bud/ida)