PDAM Harus Latihan Irit

392

MAGELANG – Sekda Kota Magelang Sugiharto meminta PDAM Kota Magelang belajar irit. Salah satunya mengendalikan biaya yang tak berhubungan langsung dengan operasional perusahaan.

“Pangkas seminimal mungkin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu,” kata Sugiharto, Senin (30/1).

Dengan demikian, perusahaan akan tumbuh sehat. Sugiharto juga menyarankan perusahaan pelat merah itu tak malas berinovasi. Inovasi dan kreasi menjadi salah satu strategi tepat meningkatkan pendapatan badan usaha milik daerah (BUMD).

Agar penjualan air meningkat, perlu ada perhitungan produksi air secara cermat. Sehingga penambahan sambungan baru tidak mengurangi distribusi air kepada pelanggan lama. “Usahakan pula agar data kebocoran air akurat. Misalnya dengan mengupayakan meteran induk di sumber air dapat berfungsi optimal sehingga angka kebocoran air dapat dihitung lebih akurat. Tidak hanya berdasarkan perkiraan produksi air dengan jumlah air yang terjual saja,” paparnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Kota Magelang Muhammad Haryo Nugroho sepakat dengan arahan dari Sekda Kota Magelang itu. PDAM mulai 2017 ini sudah meluncurkan program SMS gateway. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait keluhan, layanan gangguan, dan permintaan tangki air melalui SMS Gateway.

“SMS Gateway ini juga dalam rangka mendukung visi misi Smart City Kota Magelang,” kata Haryo.

Melalui inovasi ini para pelanggan PDAM dapat mengetahui biaya tagihan dan jatuh tempo pembayaran setiap bulannya. Sebab, operator akan merekapitulasi tagihan berbasis pesan singkat kepada pelanggan yang bersangkutan. Selain besaran biaya tagihan air, fasilitas SMS Gateway juga terintegrasi dengan bagian teknik dan operasional. Secara langsung, masyarakat bisa mempergunakan layanan ini apabila air macet ataupun ada kebocoran air. (*/put/ton)

BAGIKAN