LAPOR PANWAS: Tim pemenangan Rudi-Dance saat melaporkan dugaan kampanye terselubung kubu Yaris ke Panwas Kota Salatiga. (Joko.susanto@radarsemarang.com)
LAPOR PANWAS: Tim pemenangan Rudi-Dance saat melaporkan dugaan kampanye terselubung kubu Yaris ke Panwas Kota Salatiga. (Joko.susanto@radarsemarang.com)

SALATIGAPasangan calon Wali Kota – Wakil Wali Kota Salatiga, Yuliyanto – Muh Haris (Yaris) diduga melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan fasilitas negara. Yakni, dengan menyelipkan materi kampanye pada struk pembayaran rekening telepon. Dugaan kampanye terselubung tersebut dilaporkan tim kampanye pasangan calon Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) ke Panwas Kota Salatiga, Senin (30/1).

Dugaan kampanye terselubung itu dalam bentuk struk pembayaran rekening telepon, karena ada tulisan ’Salatiga Kondusif’ Lanjutkan Nomor 2”. Laporan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Rudi-Dance, H Suniprat didampingi anggota tim lainnya B Supriyono dan Bagas Aryanto.

Laporan diterima Kepala Sekretariat Panwas Kota Salatiga, Agus Tri Tanoyo. Usai memberikan laporan, Bagas Aryanto menjelaskan bahwa laporan itu diajukan pihaknya ke Panwas setelah mendapat pengaduan dari salah seorang warga. Warga itu menemukan struk tersebut saat akan membayar tagihan telepon. Ternyata di balik struk yang dikeluarkan Koperasi Karyawaan (Kopkar) J TU ada tulisan kampanye pasangan Yaris. ”Sehingga tim melakukan protes keras dan melapor ke Panwas. Meski itu di bawah koperasi karyawan, namun Telkom ini milik BUMN,” kata Bagas.

Suniprat mendesak Panwas untuk segera menindaklajuti laporan tersebut. Sebab, yang dipakai sarana untuk kampanye adalah BUMN yang merupakan milik negara. Dia juga meminta, setiap ada laporan pelanggaran pilkada harus ada tindaklanjutnya. Termasuk dugaan kampanye terselubung tersebut segera ditindaklanjuti baik oleh Panwas maupun Telkom. ”Kami percaya kepada Panwas, namun bila cara-cara hukum tidak ditindaklanjuti, kami akan gunakan cara sendiri, kami akan menggeruduk Telkom,” ancamnya.

Usai melapor ke Panwas, tim pemenangan Rudi-Dance juga mendatangi kantor Telkom. Mereka diterima oleh Asisten Manajer yang juga menjabat pengawas Kopkar J TU, Juned Haryanto. Dalam kesempatan itu Juned mengatakan, pihaknya merasa kecolongan dengan adanya kampanye terselubung di struk pembayaran Telkom ini, dan pihaknya akan segera memanggil pihak koperasi.

”Kami menyediakan continuous form (kertas rekening) kosong, pihak koperasi yang mencetak. Padahal harusnya di belakang struk itu kosong, kami akui ini kecolongan,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Panwas Salatiga, Arsyad Wahyudi, mengatakan, laporan sudah diterima Panwas dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Tim Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu).

”Nanti kepolisian juga akan melakukan klarifikasi terhadap terlapor maupun pelapor, dan dari hasil klarifikasi nanti bisa diketahui apakah terbukti dugaan pelanggaran itu atau tidak,” kata Arsyad singkat.

Terpisah, Humas Tim Sukses Yaris, Dian Ade Permana saat dimintai komentar terkait laporan tersebut tidak memberikan tanggapan. Namun ia membaca pesan WhatsApp yang dikirim koran ini. (jks/aro/ce1)